BREAKING NEWS
Jumat, 20 Maret 2026

Menkeu Purbaya: Kementerian Tidak Ingin Memotong Anggaran, Jadi Saya Tentukan Sendiri

Raman Krisna - Kamis, 19 Maret 2026 22:38 WIB
Menkeu Purbaya: Kementerian Tidak Ingin Memotong Anggaran, Jadi Saya Tentukan Sendiri
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Kamis, 19 Maret 2026. (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menetapkan langsung besaran pemotongan anggaran belanja kementerian dan lembaga (K/L).

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Kebijakan tersebut muncul seiring tekanan geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang berpotensi memengaruhi stabilitas fiskal nasional.

Baca Juga:

Pemerintah berupaya memastikan penggunaan anggaran negara lebih tepat sasaran dan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Purbaya mengatakan, sebelumnya pemerintah meminta masing-masing kementerian melakukan pemangkasan anggaran secara mandiri. Namun, mekanisme itu dinilai tidak efektif.

"Saya minta tadinya kementerian untuk memotong sendiri, tapi mereka kalau disuruh begitu tidak mau memotong. Kalau bisa saya tentukan berapa persen, nanti mereka yang menyesuaikan," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 19 Maret 2026.

Kementerian Keuangan, kata dia, akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komponen belanja negara.

Fokus penghematan diarahkan pada program yang dinilai memiliki dampak rendah atau tidak memberikan kontribusi cepat terhadap pertumbuhan ekonomi.

Belanja operasional juga menjadi sasaran efisiensi, termasuk kegiatan internal yang dianggap tidak mendesak.

"Kegiatan seperti rapat yang tidak jelas atau kebijakan yang dampaknya lambat bisa ditunda," ujarnya.

Selain itu, muncul pula wacana pemangkasan gaji menteri dan wakil menteri sebagai bagian dari upaya efisiensi.

Purbaya menyatakan dukungannya terhadap opsi tersebut sebagai bentuk solidaritas pejabat negara dalam menghadapi tekanan fiskal.

"Kalau itu bagus, saya setuju," kata dia.

Pembahasan efisiensi anggaran ini telah dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.

Airlangga menyatakan koordinasi lintas kementerian terus dilakukan untuk merumuskan langkah teknis penghematan yang lebih terukur.

Pemerintah juga mengkaji skema operasional baru guna menekan biaya rutin birokrasi.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penerapan sistem kerja work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara.

Skema ini diharapkan dapat menekan beban operasional sekaligus meningkatkan efisiensi di tengah tantangan ekonomi global yang kian dinamis.*


(lp/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Ungkap Ada 'Deep State' dalam Pemerintahan: Banyak Dirjen Melawan Menteri, Merasa ‘Untouchable’
Efisiensi Anggaran Negara Hemat Rp308 Triliun, Prabowo: Saya Yakin, Kalau Tidak Dipotong, Bisa Jadi Ladang Korupsi
Prabowo Sentil Kepala Daerah Beli Mobil Dinas Rp8 Miliar: Anggaran Daerah Harus Digunakan untuk Pembangunan, Utamakan Kepentingan Rakyat
SPPG Yayasan Indonesia Terang Benderang Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Ajak Warga Peduli Gizi dan Pemberdayaan UMKM
Pemerintah Akan Terapkan WFH Satu Hari Seminggu Setelah Lebaran: Hemat 1/5 Konsumsi BBM
Kemenag Pastikan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru