JAKARTA – HargaemasAntam pada hari ini, Senin (23/3), mengalami penurunan yang cukup signifikan pada awal pekan.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh laman Logam Mulia, harga emas untuk ukuran 1 gram tercatat turun menjadi Rp2.843.000 per gram, yang menunjukkan penurunan sebesar Rp50.000 dibandingkan dengan harga akhir pekan lalu yang sempat bertahan di level Rp2.893.000 per gram.
Tidak hanya harga beli, harga buyback atau harga jual kembali yang ditawarkan kepada konsumen juga ikut merosot.
HargabuybackemasAntam turun sebesar Rp50.000, kini dipatok di harga Rp2.560.000 per gram.
Penurunan harga emas ini terjadi meskipun ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Israel versus Iran, masih terus berlanjut.
Namun, faktor yang lebih dominan menekan harga emas adalah penguatan dolar AS (USD).
Saat ini, indeks dolar AS (DXY) tercatat berada di level 101.20, yang mendorong investor untuk beralih ke dolar sebagai aset lindung nilai utama di tengah ketidakpastian inflasi yang disebabkan oleh lonjakan harga minyak mentah.
Berikut adalah daftar harga emas batangan Antam pada Senin, 23 Maret 2026:
Meski ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah dapat menyebabkan lonjakan permintaan terhadap emas sebagai aset aman, penguatan dolar AS dan fluktuasi harga minyak mentah menjadi faktor utama yang menekan harga emas dunia.
Investor lebih memilih mengalihkan aset mereka ke dolar AS, yang dianggap lebih stabil, mengingat dampak potensi inflasi akibat lonjakan harga minyak.
Hargaemas, yang sering kali berbanding terbalik dengan kekuatan dolar AS, tampaknya menghadapi tantangan untuk mempertahankan tren kenaikannya dalam waktu dekat.
Analis pasar memperkirakan, jika harga emas dunia menembus USD 4.400 per troy ounce, maka ada kemungkinan harga emas domestik, termasuk emasAntam, akan terus mengalami koreksi lebih lanjut.
Bagi para investor yang mempertimbangkan untuk membeli emas, penurunan harga harian sebesar Rp50.000 ini bisa menjadi momen yang tepat untuk melakukan pembelian.
Dengan kondisi pasar yang terkoreksi tajam, strategi dollar cost averaging (DCA), yaitu membeli emas secara bertahap, bisa menjadi pilihan bagi investor dengan profil risiko moderat.
Namun, bagi investor jangka panjang, proyeksi harga emas di masa mendatang tetap positif, terutama jika terjadi ketegangan geopolitik atau lonjakan inflasi yang tidak terduga.
Oleh karena itu, membeli emas pada level harga yang lebih rendah saat ini bisa memberikan keuntungan di masa depan.
Sebagai catatan, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017, penjualan emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nilai lebih dari Rp10 juta akan dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% untuk pemegang NPWP dan 3% untuk non-NPWP.
Pajak ini akan dipotong langsung dari total nilai transaksi buyback.*