BREAKING NEWS
Selasa, 24 Maret 2026

Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 di Awal Pekan, Waktunya Beli?

Dharma - Senin, 23 Maret 2026 21:09 WIB
Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 di Awal Pekan, Waktunya Beli?
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Harga emas Antam pada hari ini, Senin (23/3), mengalami penurunan yang cukup signifikan pada awal pekan.

Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh laman Logam Mulia, harga emas untuk ukuran 1 gram tercatat turun menjadi Rp2.843.000 per gram, yang menunjukkan penurunan sebesar Rp50.000 dibandingkan dengan harga akhir pekan lalu yang sempat bertahan di level Rp2.893.000 per gram.

Tidak hanya harga beli, harga buyback atau harga jual kembali yang ditawarkan kepada konsumen juga ikut merosot.

Baca Juga:

Harga buyback emas Antam turun sebesar Rp50.000, kini dipatok di harga Rp2.560.000 per gram.

Penurunan harga emas ini terjadi meskipun ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Israel versus Iran, masih terus berlanjut.

Namun, faktor yang lebih dominan menekan harga emas adalah penguatan dolar AS (USD).

Saat ini, indeks dolar AS (DXY) tercatat berada di level 101.20, yang mendorong investor untuk beralih ke dolar sebagai aset lindung nilai utama di tengah ketidakpastian inflasi yang disebabkan oleh lonjakan harga minyak mentah.

Berikut adalah daftar harga emas batangan Antam pada Senin, 23 Maret 2026:

0,5 gram : Rp1.471.500
1 gram : Rp2.843.000
2 gram : Rp5.626.000
3 gram : Rp8.414.000
5 gram : Rp13.990.000
10 gram : Rp27.925.000
25 gram : Rp69.687.000
50 gram : Rp139.295.000
100 gram : Rp278.512.000
1.000 gram (1 kg) : Rp2.783.600.000

Meski ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah dapat menyebabkan lonjakan permintaan terhadap emas sebagai aset aman, penguatan dolar AS dan fluktuasi harga minyak mentah menjadi faktor utama yang menekan harga emas dunia.

Investor lebih memilih mengalihkan aset mereka ke dolar AS, yang dianggap lebih stabil, mengingat dampak potensi inflasi akibat lonjakan harga minyak.

Harga emas, yang sering kali berbanding terbalik dengan kekuatan dolar AS, tampaknya menghadapi tantangan untuk mempertahankan tren kenaikannya dalam waktu dekat.

Analis pasar memperkirakan, jika harga emas dunia menembus USD 4.400 per troy ounce, maka ada kemungkinan harga emas domestik, termasuk emas Antam, akan terus mengalami koreksi lebih lanjut.

Bagi para investor yang mempertimbangkan untuk membeli emas, penurunan harga harian sebesar Rp50.000 ini bisa menjadi momen yang tepat untuk melakukan pembelian.

Dengan kondisi pasar yang terkoreksi tajam, strategi dollar cost averaging (DCA), yaitu membeli emas secara bertahap, bisa menjadi pilihan bagi investor dengan profil risiko moderat.

Namun, bagi investor jangka panjang, proyeksi harga emas di masa mendatang tetap positif, terutama jika terjadi ketegangan geopolitik atau lonjakan inflasi yang tidak terduga.

Oleh karena itu, membeli emas pada level harga yang lebih rendah saat ini bisa memberikan keuntungan di masa depan.

Sebagai catatan, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017, penjualan emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nilai lebih dari Rp10 juta akan dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% untuk pemegang NPWP dan 3% untuk non-NPWP.

Pajak ini akan dipotong langsung dari total nilai transaksi buyback.*


(mi/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
748 Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku Terima Remisi Idul Fitri 1447 H, Wujud Apresiasi dan Harapan Baru
Hari Ketiga Lebaran, Lapas Labuhan Ruku Berikan Pelayanan Kunjungan Maksimal bagi Warga Binaan
Sambut Idul Fitri 1447 H, Kalapas Labuhan Ruku Berikan Arahan Kunjungan Lebaran kepada Warga Binaan
Harga Pangan Meroket Jelang Lebaran 2026: Cabai Rawit Tembus Rp131.000 per Kg!
Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000, Kini Rp2.893.000 per Gram
Ketegangan Timur Tengah Dorong Harga Minyak ke Level Tertinggi dalam 3,5 Tahun, Brent Capai US$ 108,65
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru