BREAKING NEWS
Rabu, 25 Maret 2026

Transisi Energi Indonesia: Teknologi Nuklir Garam Cair Jadi Solusi untuk Ketahanan Energi Bersih

gusWedha - Selasa, 24 Maret 2026 22:18 WIB
Transisi Energi Indonesia: Teknologi Nuklir Garam Cair Jadi Solusi untuk Ketahanan Energi Bersih
Emisi Energi RI Tertinggi di ASEAN, Nuklir Dinilai Jadi Opsi Strategis. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Tekanan global untuk mempercepat transisi energi semakin besar, seiring dengan meningkatnya emisi karbon dari sektor energi Indonesia dalam dua dekade terakhir.

Pemerintah Indonesia melalui dokumen Second Nationally Determined Contribution (SNDC) menargetkan penurunan emisi yang signifikan pada periode 2030-2035 sebagai bagian dari jalur menuju net zero emission (NZE) pada tahun 2060.

Namun, kenyataannya, sektor energi Indonesia masih bergantung besar pada energi fosil, khususnya batu bara, yang menjadi tantangan utama dalam transisi energi.

Baca Juga:

Emisi Energi yang Terus Meningkat

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan emisi dari sektor energi Indonesia meningkat tajam, dari 317 juta ton CO₂e pada tahun 2000, menjadi 752 juta ton CO₂e pada 2023.

Bahkan Indonesia kini menjadi penyumbang emisi terbesar di Asia Tenggara, jauh melampaui negara-negara ASEAN lainnya.

Dalam hal konsumsi energi, batu bara masih mendominasi dengan 43,9% dari total konsumsi 10,75 exajoules pada 2024.

Sementara itu, energi baru terbarukan (EBT) baru berkontribusi sekitar 10,8%.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pemerintah telah menetapkan kebijakan phase down batu bara, ketergantungan terhadap batu bara masih sangat besar.

Tantangan Kebutuhan Listrik di Tengah Transisi Energi

Kebutuhan listrik Indonesia diproyeksikan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, dan urbanisasi.

Dengan konsumsi listrik per kapita yang jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya, Indonesia memiliki ruang pertumbuhan konsumsi listrik yang besar.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pejuang Energi Pertamina Hulu Indonesia Jaga Ketahanan Energi Nasional Selama Idulfitri, Pastikan Pasokan Tak Terhenti
Energi, Hukum, dan Kekuasaan: Ketika Selat Hormuz Menguji Batas Hukum Internasional
Budi Mulyawan: Koperasi Merah Putih Harus Kembali ke Prinsip Ekonomi Rakyat, Fokus pada Kesejahteraan Bersama, Bukan Sekadar Profit
Hadapi Geopolitik Global: Gubernur NTT Instruksikan Penghapusan Program Tidak Berdampak ke Masyarakat, Fokus pada Efisiensi Anggaran
Pemerintah Batalkan Pembelajaran Daring, Fokus pada Pembelajaran Luring untuk Cegah Learning Loss
Prabowo Tegaskan Investasi Asing Harus Dukung Hilirisasi Industri Nasional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru