BREAKING NEWS
Rabu, 25 Maret 2026

Transisi Energi Indonesia: Teknologi Nuklir Garam Cair Jadi Solusi untuk Ketahanan Energi Bersih

gusWedha - Selasa, 24 Maret 2026 22:18 WIB
Transisi Energi Indonesia: Teknologi Nuklir Garam Cair Jadi Solusi untuk Ketahanan Energi Bersih
Emisi Energi RI Tertinggi di ASEAN, Nuklir Dinilai Jadi Opsi Strategis. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Pada 2025, perusahaan ini memperoleh persetujuan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) untuk lokasi yang diusulkan di Pulau Kelasa, Bangka Tengah.

Reaktor garam cair yang direncanakan di Pulau Kelasa ini akan menjadi unit demonstrasi sebelum pengembangan komersial dilakukan secara lebih luas.

Dengan teknologi ini, Indonesia dapat mempercepat transisi energi, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, dan mendukung rencana pemerintah untuk memasukkan energi nuklir ke dalam bauran energi nasional pada 2060.

Keunggulan Teknologi MSR

Keunggulan utama MSR adalah waktu konstruksi yang lebih cepat dan biaya yang lebih terjangkau.

Pembangkit listrik nuklir tradisional umumnya memerlukan waktu lebih dari enam tahun untuk konstruksi.

Sebaliknya, reaktor MSR yang dikembangkan oleh Thorcon dirancang untuk dibangun dalam waktu sekitar satu tahun, dengan pengujian dan komisioning yang memakan waktu tambahan satu tahun.

Ini tentu saja mengurangi risiko pembiayaan dan kebutuhan modal proyek yang sangat besar.

Selain itu, dengan target harga listrik sekitar USD 0,07 per kWh, MSR dapat bersaing dengan pembangkit listrik berbasis batu bara, yang sering kali menjadi opsi utama bagi negara berkembang yang ingin mengadopsi energi baru.

Hal ini menjadikan MSR sebagai solusi praktis dan terjangkau untuk negara-negara yang membutuhkan pasokan listrik bersih dalam skala besar.

Mendorong Perubahan Energi Nasional

Keberhasilan proyek pembangkit nuklir berbasis MSR di Indonesia bukan hanya penting bagi pengembangan energi nasional, tetapi juga akan memperkuat ekosistem energi nuklir Indonesia.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pejuang Energi Pertamina Hulu Indonesia Jaga Ketahanan Energi Nasional Selama Idulfitri, Pastikan Pasokan Tak Terhenti
Energi, Hukum, dan Kekuasaan: Ketika Selat Hormuz Menguji Batas Hukum Internasional
Budi Mulyawan: Koperasi Merah Putih Harus Kembali ke Prinsip Ekonomi Rakyat, Fokus pada Kesejahteraan Bersama, Bukan Sekadar Profit
Hadapi Geopolitik Global: Gubernur NTT Instruksikan Penghapusan Program Tidak Berdampak ke Masyarakat, Fokus pada Efisiensi Anggaran
Pemerintah Batalkan Pembelajaran Daring, Fokus pada Pembelajaran Luring untuk Cegah Learning Loss
Prabowo Tegaskan Investasi Asing Harus Dukung Hilirisasi Industri Nasional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru