BREAKING NEWS
Rabu, 01 April 2026

Sumut Dorong Penguatan IKM, Kawasan Industri dan Hilirisasi Komoditas Unggulan Jadi Kunci Peningkatan Ekonomi Daerah

Abyadi Siregar - Selasa, 31 Maret 2026 16:39 WIB
Sumut Dorong Penguatan IKM, Kawasan Industri dan Hilirisasi Komoditas Unggulan Jadi Kunci Peningkatan Ekonomi Daerah
Temu Pers bersama dengan Disperindag dan ESDM) Sumut difasilitasi Dinas Kominfo Sumut yang berlangsung di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (31/3/2026). (Foto: Diskominfo Provsu/ Munawar Harahap)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Sektor industri di Sumatera Utara (Sumut) memiliki potensi besar yang dapat menjadi motor penggerak perekonomian daerah.

Dengan didukung oleh kekayaan sumber daya alam, letak geografis yang strategis, dan ketersediaan tenaga kerja yang melimpah, Pemprov Sumut terus berupaya mengoptimalkan potensi industri, terutama dalam sektor industri kecil dan menengah (IKM) berbasis potensi lokal.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, dalam konferensi pers yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Selasa (31/3/2026), menyampaikan pentingnya penguatan IKM dalam rangka meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi daerah.

Baca Juga:

"Untuk meningkatkan potensi industri di Sumut, kita perlu memfokuskan pada penguatan industri kecil dan menengah (IKM). Selain itu, pengembangan kawasan industri dan hilirisasi komoditas unggulan daerah juga menjadi prioritas utama," ujar Dedi.

Dedi menjelaskan bahwa meski IKM di Sumut memiliki peran yang sangat vital, sektor ini masih menghadapi sejumlah kendala, seperti tingginya biaya produksi dan rendahnya daya saing.

Namun, dengan adanya 194.089 IKM yang terdaftar dengan Nomor Induk Berusaha (NIB), yang mampu menyerap tenaga kerja hingga 399.194 orang, Dedi optimis bahwa penguatan sektor ini dapat mempercepat pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

"IKM berbasis potensi lokal memiliki potensi besar untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat. Untuk itu, dukungan terhadap IKM perlu terus ditingkatkan," kata Dedi.

Beberapa upaya yang akan dilakukan pada tahun 2026 untuk memperkuat sektor IKM antara lain melalui pelatihan keterampilan dan bantuan peralatan kepada 80 IKM kopi.

Selain itu, 60 wirausaha baru di sektor kopi dan 35 wirausaha di sektor kuliner akan diberikan pembinaan melalui program serupa.

Pemanfaatan teknologi digital juga dianggap sebagai kunci untuk memperluas pasar IKM, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"IKM perlu didukung dalam peningkatan proteksi, akses pembiayaan, pelatihan keterampilan, serta pendampingan dalam hal manajemen dan pemasaran," tambahnya.

Dedi juga menyoroti pengembangan kawasan industri yang menjadi prioritas pemerintah provinsi.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dan Kawasan Industri Medan telah menunjukkan kontribusi signifikan dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kedua kawasan ini tidak hanya menarik investasi tetapi juga mendorong tumbuhnya sektor-sektor industri baru," katanya.

Pengembangan kawasan industri berbasis potensi daerah akan terus didorong ke depan guna meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi.

"Kawasan industri yang terintegrasi ini juga akan membantu memotong rantai distribusi yang panjang sehingga dapat menekan biaya dan meningkatkan daya saing," ujar Dedi.

Selain itu, hilirisasi komoditas unggulan daerah juga akan menjadi fokus utama untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Sumut yang dikenal sebagai penghasil utama kelapa sawit, karet, kopi, dan kakao, akan berfokus pada pengolahan komoditas tersebut menjadi produk bernilai tinggi, seperti produk oleokimia dari kelapa sawit, barang jadi berbahan karet, serta produk makanan dan minuman berbasis kopi dan kakao.

"Melalui hilirisasi, kita dapat mengolah komoditas tersebut menjadi produk bernilai tinggi, sehingga nilai ekonomi yang dihasilkan lebih besar dan berdampak luas bagi perekonomian daerah," tambahnya.

Dalam menghadapi tantangan ekonomi global, Dedi menegaskan bahwa Sumut harus terus berinovasi dan beralih ke industri berbasis potensi lokal.

"Ini adalah langkah yang tidak hanya meningkatkan perekonomian, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal yang terlibat langsung dalam proses produksi," katanya.

Sumatera Utara, dengan segala potensi yang dimilikinya, berkomitmen untuk menjadi salah satu daerah yang terus berkembang melalui penguatan sektor industri dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik.

Ke depan, industri di Sumut diharapkan dapat menjadi tulang punggung perekonomian daerah yang inklusif dan berkelanjutan.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Banggar DPR RI Desak Pemerintah Hentikan Kompensasi Listrik untuk Orang Kaya Demi Stabilitas Fiskal
Pemprov Sumut Terima Rp 4,5 Miliar dari Sektor Pertambangan pada 2025, Targetkan Peningkatan PAD
Pemprov Sumut Segera Mulai Perbaiki Dua Ruas Jalan Penghubung Toba-Labura, Tingkatkan Perekonomian dan Mobilitas
Negara Absen, Harga Melambung: Siapa Sebenarnya yang Diuntungkan?
Kenaikan Harga Pangan: Cabai dan Daging Ayam Ternyata Melonjak di Maret 2026
Gubernur Sumut Bobby Nasution Terima Piagam Penghargaan dari Basarnas, Dukung Pendirian Balai Latihan Mitigasi Bencana
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru