BREAKING NEWS
Jumat, 10 April 2026

Rupiah di Pasar NDF Melemah ke Rp17.086 per Dolar AS, Tertekan Harga Minyak dan Sentimen Fiskal

Adam - Jumat, 10 April 2026 09:20 WIB
Rupiah di Pasar NDF Melemah ke Rp17.086 per Dolar AS, Tertekan Harga Minyak dan Sentimen Fiskal
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Nilai tukar rupiah di pasar non-deliverable forward (NDF) masih menunjukkan tekanan pada perdagangan awal, Jumat, 10 April 2026.

Rupiah offshore tercatat stagnan di level Rp17.086 per dolar Amerika Serikat (AS), setelah sehari sebelumnya ditutup melemah 0,33 persen di posisi yang sama.

Tekanan terhadap rupiah salah satunya dipicu oleh penguatan harga minyak dunia.

Baca Juga:

Minyak mentah Brent tercatat naik 0,88 persen ke level US$96,76 per barel pada awal perdagangan, setelah sebelumnya sempat turun tajam 13,29 persen ke US$94,75 per barel pada perdagangan Rabu, 8 April 2026.

Kenaikan harga minyak ini dipengaruhi gangguan pasokan global, termasuk penurunan kapasitas produksi Arab Saudi lebih dari 500 ribu barel per hari serta terganggunya jalur pipa alternatif di kawasan strategis yang selama ini menjadi penyangga distribusi minyak global.

Di sisi lain, Bank Dunia juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen dari sebelumnya 4,8 persen, dengan salah satu faktor utama berasal dari tekanan harga energi global yang masih tinggi.

Sentimen eksternal tersebut diperburuk oleh meningkatnya ketidakpastian fiskal di dalam negeri.

Investor disebut mencermati sejumlah kebijakan belanja pemerintah, termasuk pengadaan kendaraan listrik untuk program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN).

Berdasarkan temuan Center for Budget Analysis (CBA), pengadaan lebih dari 20 ribu unit sepeda motor listrik tersebut ditaksir mencapai nilai triliunan rupiah.

Perbedaan data harga per unit yang muncul di ruang publik turut menambah sorotan terhadap transparansi kebijakan fiskal.

Meski pemerintah menyampaikan adanya upaya efisiensi anggaran, pasar menangkap sinyal yang dinilai belum sepenuhnya konsisten.

Kondisi ini memicu kekhawatiran investor terhadap kredibilitas arah kebijakan fiskal Indonesia.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KUR BNI 2026 Resmi Hadir! UMKM Bisa Pinjam Hingga Rp500 Juta, Bunga Rendah 6 Persen
Fokus Penguatan Ekonomi Keluarga, Kahiyang Ayu Ajak Kader PKK Kembangkan Produk Olahan Berbasis Potensi Lokal
Jelang Sensus Ekonomi 2026, Sekda Tanjungbalai Tekankan Data Akurat Jadi Kunci Arah Pembangunan
Barisan Oposisi Indonesia (BOI) Soroti Delapan Masalah dalam Pemerintahan Prabowo Subianto
APINDO Soroti Wacana Penghentian Restitusi Pajak, Khawatir Ganggu Likuiditas Dunia Usaha
Menkop Resmikan Koperasi di Papua Tengah, Wagub Sebut Bukti Nyata Kehadiran Negara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru