BREAKING NEWS
Minggu, 12 April 2026

Program Belanja Nasional Melejit Rp184 Triliun, Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Menguat

Adelia Syafitri - Minggu, 12 April 2026 12:22 WIB
Program Belanja Nasional Melejit Rp184 Triliun, Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Menguat
Menteri Perdagangan, Budi Santoso. (Foto: Kemendag)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Program Belanja Nasional pada Triwulan I Tahun 2026 mencatatkan realisasi transaksi sebesar Rp184,02 triliun. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp172,38 triliun.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengatakan capaian ini menjadi sinyal positif bagi penguatan konsumsi domestik di tengah dinamika ekonomi global.

"Realisasi Program Belanja Nasional Triwulan I 2026 mencapai Rp184,02 triliun, melampaui target yang telah ditetapkan," ujar Budi dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).

Baca Juga:

Program Belanja Nasional terdiri dari dua kegiatan utama, yakni Friday Mubarak dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran. Program Friday Mubarak yang digelar oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia berhasil mencatatkan transaksi Rp129,12 triliun atau 8,5 persen di atas target.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 11 Februari hingga 31 Maret 2026 dengan melibatkan sekitar 200 merek ritel, 11 juta pedagang pasar, 414 pusat perbelanjaan, serta 13.450 pasar rakyat di seluruh Indonesia.

Sementara itu, program BINA Lebaran yang diinisiasi Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia turut menyumbang transaksi Rp54,9 triliun atau 2,8 persen di atas target. Program ini berlangsung pada 6 hingga 30 Maret 2026 dengan melibatkan sekitar 800 merek dan 80.000 gerai ritel di 24 provinsi.

Selain capaian transaksi, tren kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan juga menunjukkan peningkatan signifikan.

Data dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia mencatat kunjungan selama Ramadan dan Lebaran 2026 naik hingga 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Konsumsi masyarakat didominasi oleh sektor makanan dan minuman serta hiburan, yang menjadi pendorong utama perputaran ekonomi selama periode tersebut.

Budi menegaskan capaian ini menjadi fondasi penting untuk menjaga momentum pertumbuhan konsumsi domestik sepanjang 2026. Pemerintah pun akan terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha, termasuk UMKM, guna menjaga stabilitas dan daya beli masyarakat.

"Pemerintah optimistis tren positif ini akan terus berlanjut dengan proyeksi pertumbuhan kunjungan yang tetap tumbuh di atas 10 persen secara tahunan," pungkasnya.*

(an/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Imipas Gaspol Bersihkan Lapas dari Narkoba, Menteri Agus Andrianto: Petugas Terlibat Akan Dipecat dan Diproses Hukum
Viral Ajakan Jatuhkan Prabowo, Saiful Mujani Dilaporkan ke Polisi
Lapas Lubuk Pakam Gelar Razia Rutin, Amankan Handphone hingga Senjata Tajam
Sinergi dengan Polri, Lapas Labuhan Ruku Gelar Razia Besar-besaran Sambut Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62: Amankan Sejumlah Barang Terlarang
Dirpamintel Ditjenpas Tinjau Ketahanan Pangan di Air Joman dan Monev Lapas Labuhan Ruku, Pengamanan Sesuai SOP dan Pertanian Produktif Tuai Apresiasi
Pemkot Medan Siapkan Pembenahan Medan Zoo, Fokus Satwa Endemik Sumatera
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru