BREAKING NEWS
Sabtu, 20 Juni 2026

IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.178, Saham BREN hingga TLKM Pimpin Kenaikan

Adelia Syafitri - Kamis, 07 Mei 2026 09:51 WIB
IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.178, Saham BREN hingga TLKM Pimpin Kenaikan
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (7/5/2026), ditopang kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps.

Penguatan indeks terjadi di tengah sentimen positif dari pergerakan bursa global dan regional.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG naik 1,21 persen atau 85,89 poin ke level 7.178,35 pada pukul 09.05 WIB.

Baca Juga:

Sepanjang awal perdagangan, indeks sempat bergerak di level terendah 7.160,78 dan menyentuh posisi tertinggi 7.184,07.

Sebanyak 367 saham tercatat menguat, 149 saham melemah, dan 178 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp12.890,89 triliun.

Sejumlah saham unggulan menjadi penopang utama penguatan indeks. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melonjak 4,25 persen ke level Rp5.025 per saham.

Sementara saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik 3,04 persen menjadi Rp1.525.

Penguatan juga terjadi pada saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang naik 2,76 persen.

Selain itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menguat 2,35 persen dan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 2 persen.

Pada kelompok top gainers, saham PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) melonjak 25,88 persen menjadi Rp107 per saham.

Adapun saham PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) menguat 20 persen ke posisi Rp240.

Di sisi lain, saham PT Tunas Alfin Tbk (TALF) menjadi top losers setelah turun 10,18 persen menjadi Rp750.

Sementara saham PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) melemah 9,52 persen ke level Rp114 per saham.

Head of Retail Research BNI Sekuritas , Fanny Suherman, mengatakan IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan dengan menguji level resistance di rentang 7.100 hingga 7.150.

"IHSG berpotensi mencoba tes break resistance di 7.100–7.150. Namun jika gagal menembus level tersebut, indeks masih berpotensi terkoreksi kembali ke area 6.850–7.000," ujar Fanny dalam riset hariannya.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup naik 0,5 persen meskipun investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp484 miliar.

Saham perbankan dan emiten big caps seperti BMRI, BBCA, dan TPIA menjadi sasaran aksi jual asing.

BNI Sekuritas memperkirakan level support IHSG hari ini berada di kisaran 6.950 hingga 7.000, sementara resistance berada pada area 7.100 sampai 7.150.*


(bi/ad)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Emas Antam Naik Lagi! Kini Tembus Rp 2,84 Juta per Gram
IHSG Ditutup Menguat ke Level 7.092, Ikuti Bursa Asia di Tengah Turunnya Harga Minyak Dunia
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.377 per Dolar AS, Mata Uang Asia Kompak Menguat
IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.086, Sentimen Positif Masih Menopang Pasar
Menkeu Purbaya Ajak Investor “Serok Saham”: Banyak yang Tak Sadar, Ekonomi RI Sedang Akselerasi
Harga Emas Antam Terbang Lagi! Kini Tembus Rp2,79 Juta per Gram
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru