Kemnaker Integrasikan Data BPJS dan K3, Pengawasan Ketenagakerjaan Masuk Era Baru
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menerapkan sistem pengawasan ketenagakerjaan berbasis risiko (riskbased supervision
NASIONAL
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis, 11 Juni 2026, dengan pelemahan tipis. Pada pembukaan sesi pertama, indeks terkoreksi 3,11 poin atau 0,05 persen ke level 5.899,27.
Meski dibuka di zona merah, pergerakan IHSG pada awal perdagangan terpantau relatif stabil. Indeks bergerak di kisaran level tertinggi 5.929 dan level terendah 5.885 pada menit-menit awal transaksi.
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 2,49 miliar lembar saham telah diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp1,6 triliun. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat berada di level Rp10.279 triliun.Baca Juga:
Hingga pukul 09.06 WIB, sebanyak 260 saham bergerak menguat, 308 saham mengalami penurunan, dan 391 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Di tengah pelemahan indeks, sejumlah sektor masih menunjukkan kinerja positif. Sektor teknologi menjadi pendorong utama dengan kenaikan 2,23 persen. Penguatan juga terjadi pada sektor properti yang naik 1,47 persen serta sektor energi yang bertambah 1,16 persen.
Selain itu, sektor infrastruktur, kesehatan, barang konsumsi nonprimer, industri, barang konsumsi primer, dan transportasi turut bergerak di zona hijau meskipun dengan kenaikan yang relatif terbatas.
Sebaliknya, tekanan terjadi pada sektor barang baku yang turun 0,06 persen dan sektor keuangan yang melemah 0,08 persen.
Pada jajaran saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainers, saham PT Multitrend Indo Tbk (BABY) memimpin setelah melonjak 32,28 persen ke level 250. Disusul saham KBLV yang naik 25,84 persen ke level 112 dan saham RISE yang menguat 25 persen ke posisi 1.300.
Selain itu, saham KOPI tercatat naik 21,33 persen ke level 182, sementara saham MLPT menguat 20 persen hingga mencapai harga 21.600 per saham.
Di sisi lain, saham PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) menjadi salah satu saham yang mengalami penurunan terdalam dengan koreksi 9,02 persen ke level 111. Saham RAAM turun 7,5 persen ke level 222, diikuti BLOG yang melemah 7,47 persen ke posisi 322.
Sementara itu, saham FLMC terkoreksi 7,27 persen ke level 102 dan saham SPTO turun 7,02 persen menjadi 530 per saham.
Pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen domestik dan global yang berpotensi memengaruhi arah perdagangan saham dalam beberapa waktu ke depan, termasuk perkembangan ekonomi nasional, nilai tukar rupiah, serta dinamika harga energi dunia.*
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menerapkan sistem pengawasan ketenagakerjaan berbasis risiko (riskbased supervision
NASIONAL
MANADO Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara menegaskan komitmennya dalam mengawal pelaksanaan proyek strategis nasional di sektor pen
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Ketua Badan Advokasi Hukum dan HAM (Bakumham) DPP Partai Golkar, Mangihut Sinaga, menyampaika
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah Indonesia terus mengupayakan agar produk kelapa sawit nasional memperoleh pengecualian dari kebijakan tarif impor sebe
EKONOMI
BANDA ACEH Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemulihan infrastru
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto berencana melibatkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dalam setiap rapat koordinasi Komite Sta
EKONOMI
MEDAN Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungbalai, Fitra Ramadhan Panjaitan, divonis tiga tahun penjara dalam perkara koru
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Ningrum Natasya Sirait, SH, MLi, menegaskan perubahan mekanis
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batu Bara menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian laporan Panitia
PEMERINTAHAN
JAKARTA Anggota Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Komisi III DPR RI, Teuku Ibrahim, mendesak Polda Metro Jaya bergerak cepat mengusut peny
HUKUM DAN KRIMINAL