Kepala BGN Bawa ‘Kabar Gembira’ ke Istana, Bahas Efisiensi Anggaran dengan Presiden
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026. Dalam kunjung
NASIONAL
JAKARTA – Konsep anggaran pertahanan di Indonesia dinilai perlu berubah dari sekadar biaya keamanan menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Pandangan ini disampaikan Marsda TNI Dr. Budhi Achmadi yang menilai sektor pertahanan bisa memberi dampak lebih luas bagi pembangunan negara.
Menurut Budhi, belanja pertahanan tidak seharusnya hanya dilihat sebagai beban anggaran negara. Jika dikelola dengan tepat, sektor ini justru dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan industri dalam negeri.
"Pertahanan bisa menjadi mesin pertumbuhan nasional bila dikelola secara terintegrasi dengan pembangunan ekonomi," kata Budhi dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Juni 2026.Baca Juga:
Ia menjelaskan, konsep ekonomi pertahanan modern menempatkan pengeluaran militer sebagai investasi jangka panjang. Investasi itu, kata dia, dapat menghasilkan keuntungan ganda, baik dalam bentuk keamanan negara maupun pertumbuhan ekonomi.
Budhi mencontohkan pengadaan alat utama sistem persenjataan seperti pesawat, kapal perang, radar, hingga teknologi drone yang dapat melibatkan industri dalam negeri. Hal ini dinilai bisa memperkuat kapasitas produksi nasional sekaligus mendorong inovasi teknologi.
Ia juga menyinggung pengalaman Korea Selatan dan Turki yang berhasil menjadikan industri pertahanan sebagai bagian dari kekuatan ekonomi. Kedua negara itu mampu mengembangkan produk militer yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga diekspor ke berbagai negara.
Menurut Budhi, Indonesia memiliki peluang yang sama karena sudah memiliki sejumlah industri strategis, mulai dari manufaktur pesawat, kapal, hingga sistem persenjataan. Namun, tantangannya adalah membangun ekosistem yang terhubung antara industri, pemerintah, kampus, dan lembaga riset.
Selain itu, ia menekankan pentingnya efek lanjutan dari teknologi pertahanan yang dapat dimanfaatkan di sektor sipil, seperti kesehatan, transportasi, dan energi.
"Banyak teknologi sipil hari ini berawal dari riset militer," ujarnya.
Budhi menilai ke depan Indonesia perlu mengembangkan konsep Defence Economy 5.0, yaitu integrasi antara pertahanan, teknologi digital, kecerdasan buatan, dan ekonomi hijau. Dengan konsep ini, sektor pertahanan diharapkan tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi ekonomi nasional.
Ia menutup pandangannya dengan menegaskan bahwa kekuatan pertahanan modern tidak hanya diukur dari jumlah alutsista, tetapi juga dari seberapa besar dampaknya terhadap ekonomi dan industri nasional.*
(dh)
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026. Dalam kunjung
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan menerima kunjungan kerja Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam rangka mempelajari penerapan inovasi teknologi
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan melanjutkan sekaligus memperluas Program Tebus Ijazah pada tahun anggaran 2026. Program yang menjadi salah s
PENDIDIKAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan melalui Kecamatan Medan Amplas bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak gan
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Tanjungbalai menerima piagam penghargaan dari Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, atas dukunga
PEMERINTAHAN
BATAM Kasus dugaan ekspor ilegal mineral bernilai tinggi yang menyeret PT PMM terus menjadi perhatian publik. Polemik tidak lagi hanya b
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri kegiatan Penguatan Akses Bantuan Hukum sekaligus menerima Piagam Pe
PEMERINTAHAN
JAKARTA Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem dan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mencapai kesepakatan untuk merevisi Plan of Developm
PEMERINTAHAN
ASAHAN Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Asahan bersama Staf Ahli TP PKK Kabupaten Asahan melaksanakan rangkaian kunjungan kerja da
PEMERINTAHAN
ASAHAN Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, melakukan kunjungan kerja sekaligus peninjauan pelaks
PEMERINTAHAN