BREAKING NEWS
Rabu, 23 September 2026

Rutinitas Pagi Nelayan Lam Awe Aceh Besar, Ombak, Ikan Segar, dan Rezeki di Tepi Pantai

T.Jamaluddin - Sabtu, 13 Juni 2026 11:41 WIB
Rutinitas Pagi Nelayan Lam Awe Aceh Besar, Ombak, Ikan Segar, dan Rezeki di Tepi Pantai
suasana di pesisir Gampong Lam Awe, Kecamatan Kecamatan Peukan Bada, tampak mulai hidup. Suara debur ombak yang saling bersahutan berpadu dengan deru mesin perahu nelayan yang baru kembali dari laut. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH BESAR – Di saat fajar mulai menyingsing, suasana di pesisir Gampong Lam Awe, Kecamatan Kecamatan Peukan Bada, tampak mulai hidup. Suara debur ombak yang saling bersahutan berpadu dengan deru mesin perahu nelayan yang baru kembali dari laut.

Pemandangan perahu-perahu nelayan yang merapat ke tepi pantai menjadi rutinitas harian setiap pagi selepas waktu Subuh. Aktivitas ini tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan para nelayan, tetapi juga menarik perhatian warga dari Kota Banda Aceh maupun desa-desa sekitar yang datang untuk membeli ikan segar langsung dari sumbernya.

Di lokasi tersebut, suasana pagi kerap ramai oleh warga yang berolahraga sambil menikmati udara segar. Banyak di antara mereka sekaligus berbelanja hasil tangkapan nelayan yang baru saja tiba di daratan.

Baca Juga:

Ikan segar yang dijual para nelayan di Pantai Lam Awe umumnya masih terjangkau oleh masyarakat. Uniknya, transaksi jual beli tidak selalu menggunakan timbangan, melainkan sistem "tumpukan" ikan. Satu tumpukan biasanya berkisar antara 1 hingga 2 kilogram dengan harga yang relatif setara dengan penjualan menggunakan timbangan.

Saat perahu mulai menepi, terlihat pula kebersamaan para nelayan yang saling membantu menarik dan mendorong perahu ke daratan. Aktivitas gotong royong ini menjadi pemandangan khas yang masih terjaga di kawasan tersebut.

Pantai Lam Awe dikenal memiliki ombak yang relatif tenang, garis pantai yang landai, serta suasana yang masih alami. Hal ini membuat kawasan tersebut tidak hanya menjadi lokasi aktivitas nelayan, tetapi juga tempat yang nyaman untuk berolahraga dan menikmati suasana pagi.

Menjelang matahari semakin tinggi, perahu-perahu kembali berjajar di tepi pantai, menunggu waktu untuk kembali melaut di hari berikutnya. Aktivitas ini terus berulang menjadi bagian dari siklus kehidupan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari laut.*

(dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru