Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Harga minyak sempat menyentuh sekitar US$100 per barel sebelum kembali turun ke kisaran US$90 per barel. Namun, harga BBM dalam negeri tidak serta-merta ikut turun.
Pemerintah diketahui menahan harga Pertamax di level Rp12.300 per liter sejak April 2026 sebelum akhirnya melakukan penyesuaian menjadi Rp16.250 per liter pada 10 Juni 2026.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan berdasarkan kondisi pasar internasional.
"Penyesuaian pada harga BBM nonsubsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak dunia," kata Simon.
Ia menegaskan bahwa harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami perubahan, masing-masing tetap di level Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Pertamina juga menyebut tetap berkomitmen menjaga ketersediaan energi di tengah tekanan ekonomi global dan volatilitas harga minyak dunia.*
(bb/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.