BREAKING NEWS
Jumat, 02 Oktober 2026

Terungkap! Pemerintah Akui Ada Kekurangan Batu Bara untuk PLN: Kurang 20 Juta Ton

Dharma - Senin, 22 Juni 2026 18:06 WIB
Terungkap! Pemerintah Akui Ada Kekurangan Batu Bara untuk PLN: Kurang 20 Juta Ton
Tambang Batu Bara. (foto: Dok. IKPI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M. Qodari, mengakui adanya kekurangan pasokan batu bara untuk kebutuhan listrik PT PLN (Persero) pada tahun 2026.

Kondisi ini turut menjadi sorotan di tengah munculnya isu pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Indonesia.

Qodari menjelaskan, kebutuhan batu bara PLN pada 2026 mencapai sekitar 154 juta ton.

Baca Juga:

Namun, hingga saat ini, kontrak pasokan yang sudah terealisasi baru sekitar 134 juta ton.

"Jadi sekitar 18 atau 20 juta ton yang kurang," ujar Qodari, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus mengulang penjelasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait adanya selisih pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional.

Meski demikian, Qodari menilai kekurangan tersebut tidak serta-merta menjadi masalah serius.

Ia menyebut Indonesia merupakan negara produsen batu bara sehingga secara prinsip pasokan masih dapat diatasi.

Menurut dia, kebutuhan batu bara untuk PLN juga merupakan pola rutin tahunan yang sudah direncanakan dalam jangka panjang, sehingga pemerintah akan mencari solusi atas kekurangan tersebut.

"Tapi kita tunggu saja, solusinya apa, pasti akan coba dikaji dengan sebaik-baiknya. Dicari gapnya ada di mana supaya segera diselesaikan," kata dia.

Qodari juga menegaskan bahwa persoalan listrik bergilir di sejumlah daerah menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.

Ia memastikan pemerintah memonitor ketat persoalan energi tersebut.

"Yang jelas saya bisa pastikan bahwa Bapak Presiden sangat concern dengan permasalahan ini," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik.

Hal itu membuat pemadaman listrik bergilir mulai bisa dikurangi.

"Kami ingin menyampaikan kabar baik, bahwa pemadaman bergilir yang terjadi minggu lalu di Pulau Jawa, mulai kemarin hari Minggu, kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik. Dan pemadaman bergilir berhasil diminimalisir," ujar Darmawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (22/6/2026).

Darmawan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan listrik yang sempat terjadi.

Ia menjelaskan bahwa pasokan energi primer dari mitra pembangkit mulai kembali normal setelah sebelumnya sempat terganggu.

Selain itu, ia menyebut ada dua pembangkit besar yang sempat keluar dari sistem akibat kendala teknis, namun kini proses pemulihan sedang berjalan untuk memperkuat ketahanan listrik di Pulau Jawa.* (km/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ribuan Mahasiswa PMII Demo di DPR RI, Tuntut Evaluasi Total Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran
Prabowo Sahkan UU Polri Terbaru, Ini Deretan Perubahan Besarnya!
Blackout Sumatera Merembet ke Jawa, Prabowo Langsung Panggil Bos PLN
Wacana Dukungan Dua Periode Prabowo-Gibran Mengemuka, AHY Nilai Politik 2029 Masih Terlalu Dini
PT PMM Kritik Penanganan Kasus Ilmenit, Poltak: Hukum Harus Tegak dan Beri Kepastian
Relawan Prabowo Rapatkan Barisan, GCP Serukan Konsolidasi Nasional Kawal Pemerintahan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru