BREAKING NEWS
Kamis, 02 Juli 2026

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.961 per Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Ekonomi Baru

Dharma - Rabu, 01 Juli 2026 09:53 WIB
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.961 per Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Ekonomi Baru
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Nilai tukar rupiah memulai perdagangan Rabu (1/7/2026) dengan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pergerakan mata uang Garuda dipengaruhi sentimen global sekaligus sikap hati-hati pelaku pasar yang menantikan rilis sejumlah data ekonomi penting dari Indonesia.

Berdasarkan data Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah 0,35 persen ke posisi Rp17.961 per dolar AS.

Baca Juga:

Pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan tekanan yang dialami sebagian besar mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS.

Won Korea menjadi mata uang dengan pelemahan terbesar setelah turun 0,62 persen.

Disusul peso Filipina yang melemah 0,42 persen, baht Thailand 0,31 persen, dan dolar Singapura 0,14 persen.

Sementara itu, rupee India turun 0,13 persen, ringgit Malaysia melemah 0,10 persen, yen Jepang terkoreksi 0,09 persen, yuan China turun 0,08 persen, dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen.

Di antara mata uang Asia tersebut, hanya dolar Taiwan yang mampu bergerak menguat terhadap dolar AS dengan kenaikan 0,05 persen.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan dolar AS dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan pasar.

"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang rebound oleh data pekerjaan AS JOLTS yang lebih kuat dari perkiraan," ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Meski demikian, menurut Lukman, pelemahan rupiah diperkirakan tidak akan berlangsung terlalu dalam.

Pelaku pasar masih memilih bersikap wait and see sambil menunggu sejumlah data ekonomi domestik yang akan diumumkan hari ini.

Fokus investor tertuju pada publikasi data inflasi Juni 2026 serta neraca perdagangan Indonesia.

Kedua indikator tersebut dinilai menjadi acuan penting untuk melihat kondisi fundamental ekonomi nasional sekaligus memengaruhi arah pergerakan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.

Menurut Lukman, selama data ekonomi Indonesia tidak memberikan kejutan besar, pergerakan rupiah diperkirakan masih berada dalam rentang yang relatif terbatas.

Ia memperkirakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.

Pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan ekonomi global, terutama data ekonomi Amerika Serikat yang dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).* (bi/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Naik 0,61 Persen ke Level 5.677 di Awal Juli, Ini Saham Penggerak Utamanya
Kabar Baik! Mulai 1 Juli 2026, Pertamina Turunkan Harga Avtur dan BBM Nonsubsidi
Rakernas APEKSI XVIII Diproyeksikan Putar Ekonomi Medan hingga Rp72,3 Miliar, Rico Waas: UMKM hingga Perhotelan Ikut Terdongkrak
Gala Dinner Rakernas APEKSI XVIII di Medan Tampilkan Pesona Melayu, Rico Waas Ajak Kota-Kota Bersinergi Bangun Indonesia
250 Mahasiswa Unpad Diajak Bangun Bisnis Lewat Koperasi, Menkop: Saatnya Anak Muda Jadi Penggerak Ekonomi
Bupati Simalungun Gerak Cepat Evakuasi Pasien 19 Tahun ke RSUD Perdagangan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru