Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Penurunan tersebut dinilai menjadi tanda bahwa pola perdagangan batu bara dunia mulai berubah seiring meningkatnya kebijakan diversifikasi energi di berbagai negara.
Di tengah melemahnya permintaan dari India, sejumlah negara di kawasan Asia justru meningkatkan pembelian batu bara dari Indonesia.
China menjadi salah satu pasar yang mencatat pertumbuhan signifikan.
Nilai ekspor ke negara tersebut naik hampir 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Bahkan dibandingkan April 2026, volume pengiriman melonjak lebih dari 80 persen.
Selain China, peningkatan permintaan juga datang dari Jepang, Vietnam, Bangladesh, Thailand, dan Kamboja.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar Asia masih menjadi tujuan penting bagi ekspor batu bara Indonesia, meskipun persaingan antarnegara pemasok semakin ketat.
Di sisi lain, arah kebijakan energi global diperkirakan akan terus memengaruhi permintaan batu bara.
China memang masih membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di tengah percepatan investasi energi terbarukan.
Sepanjang 2025, negara tersebut menjadi penyumbang terbesar penambahan kapasitas PLTU di dunia.
Situasi itu masih membuka peluang bagi Indonesia untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu eksportir batu bara terbesar dunia.
Namun peluang tersebut diperkirakan tidak akan berlangsung selamanya.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.