BREAKING NEWS
Senin, 27 Juli 2026

Tugu Bersejarah Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi, Menkop: Presiden Tak Ingin Ekonomi Melenceng ke Arah Sistem yang Terlalu Liberal dan Kapitalistik

gusWedha - Senin, 27 Juli 2026 08:01 WIB
Tugu Bersejarah Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi, Menkop: Presiden Tak Ingin Ekonomi Melenceng ke Arah Sistem yang Terlalu Liberal dan Kapitalistik
Menteri Koperasi Ferry Juliantono. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TASIKMALAYA Pemerintah mulai menghidupkan kembali salah satu situs bersejarah lahirnya gerakan koperasi Indonesia.

Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), dan Pemerintah Kota Tasikmalaya secara resmi mencanangkan revitalisasi Kawasan Tugu Koperasi serta Gedung Kongres Koperasi 1947 di Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu, 26 Juli 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79.

Baca Juga:

Pemerintah berharap revitalisasi kawasan ini tidak hanya menjaga warisan sejarah, tetapi juga memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat sesuai arah pembangunan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan revitalisasi kawasan bersejarah itu tidak hanya berfokus pada perbaikan bangunan, tetapi juga bertujuan menghidupkan kembali semangat perjuangan koperasi yang lahir dari Kongres Koperasi Pertama pada 1947.

"Kita berharap Kawasan Tugu Koperasi dapat menjadi ikon baru di Kota Tasikmalaya, sekaligus menjadi landmark dan ruang publik bagi masyarakat, khususnya anak-anak muda, Gen Z, dan milenial," ujar Ferry.

Menurut Ferry, kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat kebudayaan, ruang edukasi, sekaligus pusat aktivitas ekonomi yang mampu menghubungkan nilai sejarah dengan kebutuhan pembangunan masa kini.

Ia menegaskan revitalisasi Tugu Koperasi merupakan bagian dari upaya memperkuat kembali gerakan koperasi nasional agar tetap mampu menjawab tantangan ekonomi modern.

"Kami bersama Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Kota Tasikmalaya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan seluruh pemangku kepentingan akan menjadikan tempat ini bukan hanya situs bersejarah, tetapi titik awal kebangkitan gerakan koperasi dan ekonomi rakyat," katanya.

Untuk mendukung percepatan revitalisasi, Kementerian Koperasi bersama Dekopin juga akan menggalang dukungan pembiayaan melalui partisipasi gerakan koperasi nasional dan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

"Kami bersama Gerakan Koperasi akan menggalang dana dari seluruh koperasi untuk membantu pembangunan fisik dan mengoptimalkan kawasan ini agar kembali menjadi pusat pembangunan ekonomi rakyat," ujarnya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan Kawasan Tugu Koperasi memiliki nilai sejarah yang penting karena menjadi lokasi lahirnya gerakan koperasi Indonesia pada masa awal kemerdekaan.

Menurutnya, revitalisasi tidak hanya bertujuan melestarikan bangunan bersejarah, tetapi juga menjadikan kawasan tersebut sebagai living heritage, yaitu situs budaya yang tetap hidup melalui berbagai aktivitas masyarakat.

"Ini adalah titik nol gerakan koperasi pada masa kemerdekaan. Kita ingin menjadikan kawasan ini sebagai living heritage, tempat sejarah terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang," kata Fadli Zon.

Ia memastikan pemerintah akan menetapkan Kawasan Tugu Koperasi sebagai Cagar Budaya Nasional pada tahun ini setelah sebelumnya memperoleh penetapan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya dan persetujuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Ferry Juliantono menilai revitalisasi kawasan bersejarah tersebut merupakan bagian dari visi pemerintah untuk mengembalikan koperasi sebagai fondasi pembangunan ekonomi nasional.

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto menginginkan transformasi ekonomi Indonesia tetap berjalan sesuai amanat konstitusi dengan memperkuat sistem ekonomi kerakyatan melalui koperasi, termasuk pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai salah satu program prioritas nasional.

"Presiden berkeinginan melakukan transformasi ekonomi bangsa dengan meletakkan kembali dasar-dasar ekonomi sesuai konstitusi, sehingga tidak melenceng ke arah sistem yang terlalu liberal dan kapitalistik, yaitu melalui koperasi," tegas Ferry.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan berharap revitalisasi tidak berhenti pada tahap pencanangan, tetapi segera diwujudkan sehingga kawasan tersebut berkembang menjadi pusat edukasi sejarah koperasi sekaligus destinasi wisata budaya dan ekonomi.

Hal senada disampaikan Ketua Pusat Koperasi Kota/Kabupaten Tasikmalaya (PKKT), Agus Rudianto.

Menurutnya, revitalisasi merupakan momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan koperasi yang telah menjadi bagian dari sejarah bangsa.

"Revitalisasi bukan sekadar memperbaiki fisik, tetapi menyalakan kembali ruh, spirit, dan marwah koperasi. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang memperjuangkan kawasan ini menjadi cagar budaya nasional," ujarnya.

Melalui program revitalisasi ini, pemerintah berharap Kawasan Tugu Koperasi Tasikmalaya tidak hanya menjadi monumen sejarah, tetapi berkembang menjadi pusat pembelajaran, ruang publik, serta simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan yang mampu menginspirasi generasi muda dan memperkuat peran koperasi dalam pembangunan nasional.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
FABC 2026 Berjalan Aman Tanpa Gangguan, Strategi Pengamanan Humanis TNI-Polri Tuai Apresiasi
Legalitas Sekolah LPA Dipertanyakan, Publik Desak Kemendikdasmen Buka Data dan Beri Penjelasan Resmi
Satgas PRR Percepat Pembangunan 37.373 Hunian Tetap di Aceh, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp2 Triliun
Jembatan Armco Garuda Tahap III di Aceh Utara Rampung, Akses Warga ke Sekolah dan Perkebunan Kini Hanya 30 Menit
Survei SMRC: Hampir Separuh Masyarakat Nilai Kondisi Ekonomi Indonesia Buruk atau Sangat Buruk
Prabowo Resmi Bentuk 7 Kejari Baru di Indonesia, Ini Daftar Wilayahnya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru