Diterjang Angin Kencang, Pohon Besar Tumbang Blokir Jalan di Tanah Lapang Merdeka Binjai
BINJAI Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebatang pohon besar tumbang di kawasan Tanah Lapang Merdeka, Kota Binjai, Kamis (30
PERISTIWA
JAKARTA – Nilai tukar rupiah berhasil mengakhiri tren pelemahan setelah empat hari berturut-turut tertekan. Pada penutupan perdagangan Rabu (29/7/2026), mata uang Garuda ditutup menguat 10 poin atau 0,06 persen ke level Rp18.073 per dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg, penguatan rupiah terjadi seiring pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (DXY). Hingga pukul 15.00 WIB, indeks yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia itu turun 0,12 persen ke posisi 101,291.
Meski berhasil menguat, sejumlah analis menilai tekanan terhadap rupiah belum sepenuhnya mereda. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Dipo Satria Ramli, menyebut faktor domestik masih menjadi penyebab utama pelemahan nilai tukar rupiah dibandingkan faktor global.Baca Juga:
Menurutnya, pengaruh sentimen global terhadap pergerakan rupiah hanya berkisar 30 hingga 40 persen. Sementara sekitar 60 hingga 70 persen tekanan berasal dari faktor-faktor dalam negeri.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut terlihat dari performa rupiah yang masih tertinggal dibandingkan mata uang negara-negara Asia lainnya. Saat ringgit Malaysia, baht Thailand, dan peso Filipina mulai menguat, rupiah justru masih mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.
Selain itu, Dipo menyoroti kenaikan Credit Default Swap (CDS) Indonesia yang mencerminkan meningkatnya persepsi risiko investor terhadap aset keuangan domestik. Semakin tinggi nilai CDS, semakin besar kekhawatiran investor terhadap kemampuan suatu negara dalam memenuhi kewajiban utangnya.
Menurutnya, meningkatnya CDS Indonesia tidak sepenuhnya dipicu kondisi ekonomi, melainkan juga dipengaruhi persepsi pasar terhadap arah kebijakan pemerintah yang dinilai masih berubah-ubah dan sulit diprediksi.
Di sisi lain, kinerja neraca perdagangan Indonesia juga menjadi perhatian. Setelah mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan pada Mei 2026 sebesar 1,61 miliar dolar AS. Defisit terjadi karena nilai impor mencapai 24,81 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan ekspor yang sebesar 23,20 miliar dolar AS.
Meski demikian, Dipo menegaskan kondisi tersebut belum mengarah pada krisis ekonomi. Menurutnya, defisit neraca perdagangan lebih tepat dipandang sebagai sinyal awal yang perlu diwaspadai agar pemerintah dapat memperkuat kembali fundamental ekonomi nasional.
Pelaku pasar kini masih menantikan berbagai kebijakan lanjutan pemerintah dan Bank Indonesia yang diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.* (k/dh)
BINJAI Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebatang pohon besar tumbang di kawasan Tanah Lapang Merdeka, Kota Binjai, Kamis (30
PERISTIWA
TANJUNGBALAI Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina, menerima audiensi dari Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Sebuah kisah inspiratif kembali terukir dari pasangan kader Muhammadiyah dan Aisyiyah Aceh, Dr. H. Muhammad Yamin Abduh, S.E.,
SOSOK
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan dukungannya agar Sumut menjadi tuan rumah Asian Women U20 Vo
OLAHRAGA
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak semestinya dibebankan kepada anggaran
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Febri Diansyah, menyatakan penahanan kliennya
HUKUM DAN KRIMINAL
BATANG Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya telah mengirim sejumlah tim ke berbagai negara untuk mempelajari praktik terb
PEMERINTAHAN
BATANG Presiden Prabowo Subianto meresmikan pelaksanaan akad massal 62.710 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang digelar serentak
PEMERINTAHAN
JAKARTA Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) merespons positif putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian permoho
NASIONAL
BATANG Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh bangsa Indonesia untuk siap secara mental menghadapi kemungkinan meluasnya perang di
POLITIK