BREAKING NEWS
Kamis, 06 Agustus 2026

Harga Semen Naik, Pelaku Konstruksi Khawatir Biaya Proyek dan Investasi Terdampak

Hadyan - Kamis, 06 Agustus 2026 19:59 WIB
Harga Semen Naik, Pelaku Konstruksi Khawatir Biaya Proyek dan Investasi Terdampak
Praktisi Teknik Sipil sekaligus Insinyur Muda, Muhammad Rizki Fadillah. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Kenaikan harga semen belakangan ini menjadi perhatian pelaku industri konstruksi.

Selain berdampak pada biaya pembangunan, kondisi tersebut juga dinilai dapat memengaruhi kelangsungan proyek hingga investasi di sektor konstruksi.

Praktisi Teknik Sipil sekaligus Insinyur Muda, Muhammad Rizki Fadillah, menilai semen merupakan salah satu material paling penting dalam pembangunan sehingga setiap kenaikan harga akan langsung berpengaruh terhadap biaya proyek.

Baca Juga:

Menurut Rizki, semen memiliki porsi yang cukup besar dalam pekerjaan struktur beton sebuah bangunan.

"Kenaikan harga semen saat ini menjadi perhatian serius bagi dunia konstruksi karena semen merupakan material strategis yang menyumbang sekitar 20–30% dari biaya pekerjaan struktur beton pada sebuah proyek bangunan gedung. Ketika harga semen naik, efeknya akan langsung dirasakan pada biaya konstruksi secara keseluruhan. Menurut saya, kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya biaya produksi, terutama akibat kenaikan harga energi seperti batu bara dan listrik yang menjadi komponen utama dalam proses pembakaran klinker. Selain itu, biaya distribusi yang dipengaruhi harga bahan bakar, biaya logistik, serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar juga ikut memberikan tekanan terhadap harga jual semen. Faktor-faktor tersebut saling berkaitan sehingga berdampak pada harga di tingkat konsumen," ujarnya.

Rizki menjelaskan, kenaikan harga semen tidak hanya dirasakan perusahaan konstruksi, tetapi juga masyarakat yang sedang membangun atau merenovasi rumah.

Menurutnya, biaya material merupakan komponen terbesar dalam sebuah proyek sehingga perubahan harga semen akan memengaruhi anggaran pembangunan secara keseluruhan.

"Dampaknya sangat nyata. Dalam proyek konstruksi, biaya material umumnya mencapai sekitar 50–70% dari total nilai proyek, sehingga kenaikan harga semen otomatis meningkatkan biaya pelaksanaan. Bagi kontraktor yang menggunakan kontrak harga tetap (lump sum), kondisi ini akan mengurangi margin keuntungan, bahkan berpotensi menyebabkan kerugian apabila tidak ada mekanisme penyesuaian harga. Sementara bagi masyarakat, kenaikan harga semen akan meningkatkan biaya pembangunan rumah, renovasi, maupun bangunan usaha. Jika kondisi ini terus berlangsung, dikhawatirkan akan terjadi penundaan proyek, berkurangnya investasi di sektor konstruksi, dan perlambatan pembangunan yang pada akhirnya turut memengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.

Meski teknologi konstruksi terus berkembang, Rizki menilai semen hingga kini masih menjadi material utama yang belum bisa sepenuhnya digantikan.

Ia menyebut sejumlah material ramah lingkungan memang sudah digunakan sebagai campuran beton, namun hanya berfungsi sebagai bahan pengganti sebagian.

"Semen merupakan material yang tidak tergantikan dalam sebagian besar pekerjaan konstruksi. Hampir seluruh elemen struktur, mulai dari pondasi, kolom, balok, pelat lantai hingga pasangan bata, menggunakan semen sebagai bahan pengikat utama. Memang saat ini telah berkembang teknologi beton ramah lingkungan dengan memanfaatkan material tambahan seperti fly ash, ground granulated blast furnace slag (GGBFS), maupun silica fume untuk mengurangi konsumsi semen sekaligus menekan emisi karbon. Namun material tersebut hanya berfungsi sebagai bahan substitusi sebagian, bukan pengganti utama. Hingga saat ini, semen tetap menjadi komponen paling penting dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia," jelasnya.

Rizki berharap pemerintah, industri semen, dan pelaku konstruksi dapat bersama-sama menjaga stabilitas harga material bangunan.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Satgas PRR Perkuat Pengawasan Pemulihan Pascabencana di Aceh, Pastikan Dana Rp1,6 Triliun Tepat Sasaran
Satgas PRR Dorong Percepatan Huntap Aceh Tamiang, 4.159 KK Terdampak Bencana Segera Dipulihkan
Wapres Gibran Tinjau Infrastruktur Pascabencana di Bireuen, Kapolda Aceh Pastikan Pengamanan Berjalan Lancar
Momen Gibran Terkejut Saat Warga Bireuen Kompak Jawab Belum Terima Bantuan
BPS Sumut: Pengeluaran Rumah Tangga di Bawah Rp3,9 Juta per Bulan Masuk Kategori Miskin
BRIN Pamer Robot hingga Kendaraan Listrik Otonom di Hadapan Prabowo, Istana: Indonesia Mampu Jawab Kebutuhan Strategis Bangsa
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru