Tragis! Polisi di Dairi Meninggal Dunia Usai Bantu Evakuasi Korban Kebakaran
DAIRI Seorang anggota Polres Dairi, Aiptu Herbin Silaen, meninggal dunia saat menjalankan tugas membantu proses evakuasi korban kebakara
PERISTIWA
JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap berada di atas 5 persen dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi kesejahteraan masyarakat.
Ekonom sekaligus Pakar Kebijakan Publik Achmad Nur Hidayat menilai masih terdapat sinyal negatif, terutama dari sisi daya beli masyarakat.
Baca Juga:Achmad mengatakan pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari kemampuan Indonesia mempertahankan angka Produk Domestik Bruto (PDB) di atas 5 persen.
Menurut dia, kualitas pertumbuhan juga perlu diukur dari dampaknya terhadap kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah konsumsi rumah tangga.
Berdasarkan data Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), konsumsi rumah tangga pada kuartal II 2026 tumbuh 5,06 persen.
Namun, angka tersebut melambat dibandingkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,52 persen.
"Ini artinya, daya beli masyarakat belum benar-benar kuat. Ketika pertumbuhan konsumsi melambat dari 5,52 persen menjadi sekitar 5,06 persen, dampaknya langsung terasa terhadap pertumbuhan nasional," ucap Achmad, pada Jumat 7 Agustus 2026.
Menurut Achmad, perlambatan konsumsi rumah tangga perlu menjadi perhatian karena konsumsi masyarakat masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Indonesia.
Ia menilai kondisi tersebut paling dirasakan oleh kelompok masyarakat miskin dan kelas menengah bawah.
Pertumbuhan ekonomi secara agregat memang masih menunjukkan angka positif, tetapi kondisi itu belum tentu berarti peningkatan kesejahteraan terjadi secara merata.
"Kelompok miskin dan kelas menengah bawah menjadi pihak yang paling merasakan tekanan tersebut. Pertumbuhan ekonomi tetap terlihat baik secara agregat, tetapi tidak selalu identik dengan peningkatan kesejahteraan yang merata," tutur Achmad.
Menurut dia, sebagian investasi masih ditopang oleh pembangunan dan proyek yang berkaitan dengan program pemerintah.
Karena itu, ia mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dikejar melalui besarnya belanja negara.
Baca Juga:
Belanja publik, kata dia, harus diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi dan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas.
"Belanja publik harus diarahkan pada kegiatan yang memperkuat kapasitas produksi, seperti infrastruktur logistik, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, serta dukungan bagi UMKM dan industri padat karya," tegas Achmad.
Ia mengatakan penguatan sektor-sektor tersebut penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dalam angka, tetapi juga mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Tanpa perbaikan struktur pertumbuhan, angka ekonomi dapat tetap terlihat kuat, sementara manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan oleh rakyat," tambahnya.
Di sisi lain, pemerintah menilai perekonomian Indonesia masih berada dalam kondisi solid di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen.
Ia menilai capaian tersebut cukup baik, terutama karena pertumbuhan tersebut terjadi tanpa adanya momentum besar seperti periode Lebaran.
"Indonesia masih mampu tumbuh sebesar 5,29 persen, dan seperti kita tahu 2 bulan ini tidak ada event besar seperti lebaran. Jadi angka 5,29 ini angka yang cukup baik," tutur Menko Airlangga.
Airlangga juga menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang semester I 2026 mencapai 5,45 persen.
Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi perlu dilihat dari berbagai sisi.
Di satu sisi, pemerintah melihat pertumbuhan di atas 5 persen sebagai indikator ketahanan ekonomi.
Baca Juga:
Di sisi lain, ekonom mengingatkan agar perlambatan konsumsi rumah tangga tidak diabaikan karena berkaitan langsung dengan daya beli dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan demikian, tantangan pemerintah ke depan bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi tetap tinggi, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut mampu memperkuat daya beli, membuka lapangan kerja, serta memberikan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat.* (di/ad)
DAIRI Seorang anggota Polres Dairi, Aiptu Herbin Silaen, meninggal dunia saat menjalankan tugas membantu proses evakuasi korban kebakara
PERISTIWA
MINAHASA Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan kader partainya agar tidak menyalahgunakan uang negara. Ia bahkan
POLITIK
JAKARTA Presiden ke7 RI Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan duka cita atas meninggalnya Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra atau Guruh
NASIONAL
BANDA ACEH Tim Opsnal Ranmor Satreskrim Polresta Banda Aceh mengamankan dua pelajar berinisial FM, 13 tahun, dan RKF, 15 tahun. Keduanya
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Google memperluas kemampuan Gemini dengan menguji fitur baru bernama Call for Me. Fitur berbasis kecerdasan buatan atau AI ini m
SAINS DAN TEKNOLOGI
MEDAN Warga di Jalan Menteng VII, Kelurahan Menteng, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, dihebohkan dengan penemuan seorang bayi lakilak
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) mendorong transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan, termasuk pen
PEMERINTAHAN
LABUHANBATU SELATAN Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) melalui Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Ralikul Rahman m
PEMERINTAHAN
ASAHAN Pemerintah Kabupaten Asahan melepas 14 atlet Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Kabupaten Asahan yang akan berlaga dalam Keju
OLAHRAGA
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai menyambut baik rencana pembukaan klinik kesehatan khusus layanan cuci darah atau hemodialisa (
KESEHATAN