Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Pemerintah berencana merombak buku pelajaran yang digunakan siswa dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).
Rencana tersebut muncul setelah Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung kondisi buku yang digunakan siswa di sejumlah sekolah.
Dari peninjauan tersebut, Prabowo menilai masih terdapat sejumlah persoalan pada buku pelajaran, terutama dari sisi kualitas bahan, ukuran tulisan, dan kenyamanan siswa saat membaca.
Baca Juga:
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan gagasan pembaruan buku pelajaran bermula dari perhatian Prabowo terhadap kondisi buku yang digunakan siswa.
Dalam kunjungannya ke sekolah, Prabowo mengecek buku pelajaran yang digunakan para siswa.
Presiden kemudian meminta pemerintah mengevaluasi kualitas buku tersebut dengan membandingkannya dengan buku ajar di negara tetangga.
"Saat mengecek buku pelajaran, beliau melihatnya satu per satu, lalu mendapati ada bahan buku yang mudah rusak, bahkan sebagian sudah dalam keadaan rusak," ujar Teddy, Jumat (7/8/2026).
Buku Dinilai Mudah Rusak
Salah satu alasan pemerintah ingin menerbitkan buku pelajaran baru adalah kualitas fisik buku yang dinilai belum cukup baik.
Buku yang digunakan siswa disebut mudah rusak.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena buku pelajaran seharusnya dapat digunakan dalam jangka waktu lama, termasuk memungkinkan untuk diwariskan atau digunakan kembali oleh siswa lain.
Pemerintah kemudian berencana menggunakan bahan kertas yang lebih kuat sehingga buku tidak mudah rusak meskipun digunakan berulang kali.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.