Maruli Siahaan Dorong Masyarakat Pahami Hak dan Kewajiban dalam Kehidupan Bermasyarakat
DELI SERDANG Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan mendorong masyarakat memahami hak asasi manusia (HAM) sekaligus kewajiban dalam k
NASIONAL
JAKARTA – Pemerintah berencana merombak buku pelajaran yang digunakan siswa dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).
Rencana tersebut muncul setelah Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung kondisi buku yang digunakan siswa di sejumlah sekolah.
Dari peninjauan tersebut, Prabowo menilai masih terdapat sejumlah persoalan pada buku pelajaran, terutama dari sisi kualitas bahan, ukuran tulisan, dan kenyamanan siswa saat membaca.Baca Juga:
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan gagasan pembaruan buku pelajaran bermula dari perhatian Prabowo terhadap kondisi buku yang digunakan siswa.
Dalam kunjungannya ke sekolah, Prabowo mengecek buku pelajaran yang digunakan para siswa.
Presiden kemudian meminta pemerintah mengevaluasi kualitas buku tersebut dengan membandingkannya dengan buku ajar di negara tetangga.
"Saat mengecek buku pelajaran, beliau melihatnya satu per satu, lalu mendapati ada bahan buku yang mudah rusak, bahkan sebagian sudah dalam keadaan rusak," ujar Teddy, Jumat (7/8/2026).
Buku Dinilai Mudah Rusak
Salah satu alasan pemerintah ingin menerbitkan buku pelajaran baru adalah kualitas fisik buku yang dinilai belum cukup baik.
Buku yang digunakan siswa disebut mudah rusak.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena buku pelajaran seharusnya dapat digunakan dalam jangka waktu lama, termasuk memungkinkan untuk diwariskan atau digunakan kembali oleh siswa lain.
Pemerintah kemudian berencana menggunakan bahan kertas yang lebih kuat sehingga buku tidak mudah rusak meskipun digunakan berulang kali.
Ukuran Tulisan Akan Diperbesar
Selain kualitas kertas, ukuran tulisan dalam buku pelajaran juga menjadi perhatian Presiden Prabowo.
Selama ini, ukuran huruf buku pelajaran disebut berkisar 11-12.
Pemerintah menilai ukuran tersebut relatif kecil sehingga kurang nyaman bagi siswa saat membaca.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah ingin buku pelajaran baru memiliki tampilan yang lebih menarik dan ukuran huruf yang lebih sesuai bagi siswa.
"Tampilannya ingin dibuat lebih besar, menarik, dan tulisannya tidak kecil-kecil. Bahannya juga memakai yang bagus supaya bisa bertahan lama. Dulu kan ada tradisi buku cetak tidak dimiliki pribadi secara permanen, tetapi bisa diwariskan atau digunakan kembali oleh adik kelasnya," jelas Prasetyo.
Dengan desain tersebut, buku diharapkan tidak hanya lebih nyaman dibaca, tetapi juga memiliki usia penggunaan yang lebih panjang.
Buku Tulis Siswa Juga Akan Didesain Ulang
Perubahan tidak hanya menyasar buku pelajaran.
Pemerintah juga menyiapkan desain baru untuk buku tulis siswa, terutama bagi anak-anak sekolah dasar.
Prasetyo mengatakan buku tulis tetap memiliki fungsi yang sama. Namun, ukuran jarak antarbaris akan dibuat lebih lebar.
Desain tersebut terutama ditujukan bagi siswa kelas 1 hingga 3 SD yang masih berada dalam tahap awal belajar menulis.
"Ini terutama untuk adik-adik kelas 1–3 SD, garisnya dibuat lebih besar karena tulisan mereka cenderung masih kecil-kecil," ungkapnya.
Dengan garis yang lebih lebar, siswa diharapkan dapat berlatih menulis dengan lebih nyaman sekaligus memiliki ruang yang cukup untuk membentuk huruf.
Pemerintah Sebut Buku Fisik Bukan Langkah Mundur
Prasetyo menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap buku fisik bukan berarti pemerintah mengabaikan perkembangan teknologi.
Menurut dia, penggunaan buku fisik masih memiliki peran penting dalam proses pendidikan.
Bahkan, sejumlah negara di Eropa disebut mulai mengurangi penggunaan perangkat elektronik di sekolah dan kembali membiasakan siswa menggunakan buku fisik.
"Beberapa negara di Eropa justru mulai mengurangi penggunaan gadget di sekolah dan kembali membiasakan penggunaan buku fisik. Kebijakan ini penting untuk melatih kemampuan menulis anak sekaligus mengurangi ketergantungan pada perangkat elektronik," pungkasnya.
Rencana perombakan buku pelajaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana belajar siswa.
Buku baru nantinya diharapkan memiliki kualitas fisik yang lebih baik, lebih nyaman dibaca, dan dapat digunakan dalam waktu lebih lama.* (km/ad)
DELI SERDANG Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan mendorong masyarakat memahami hak asasi manusia (HAM) sekaligus kewajiban dalam k
NASIONAL
MEDAN Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Medan membongkar lokasi yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba di bantara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Medan menangkap seorang remaja berinisial MYP, 18 tahun, yang diduga terlibat d
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Surat Izin Mengemudi (SIM) menjadi salah satu dokumen penting bagi pengendara. SIM merupakan bukti bahwa seseorang telah memiliki
NASIONAL
GAZA Utusan utama Board of Peace (BoP) untuk Gaza, Palestina, Nickolay Mladenov, mengatakan Israel akan mundur dari Jalur Gaza apabila p
INTERNASIONAL
JAKARTA Kementerian Pertahanan atau Kemhan meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai peserta pelatihan Koperasi Desa/Ke
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mulai pekan depan mewajibkan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencantumkan batas waktu ko
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar kegiatan Penguatan Relawan G
NASIONAL
BINJAI Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai menangkap lima pria yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika di wilayah hukum Polres B
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Pemandangan antrean pasien yang berdesakan kembali menjadi sorotan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. OK Arya Zulkarnain, Ka
KESEHATAN