BREAKING NEWS
Selasa, 11 Agustus 2026

Antrean Pasien Membeludak di RSUD H. OK Arya Zulkarnain, Warga Minta Bupati Batu Bara Segera Benahi Sistem Antrean Tatap Wajah

Muhammad Taufik - Senin, 10 Agustus 2026 10:03 WIB
Antrean Pasien Membeludak di RSUD H. OK Arya Zulkarnain, Warga Minta Bupati Batu Bara Segera Benahi Sistem Antrean Tatap Wajah
Desakan antrean pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. OK Arya Zulkarnain, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Senin (10/8/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BATU BARA – Pemandangan antrean pasien yang berdesakan kembali menjadi sorotan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. OK Arya Zulkarnain, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Kondisi tersebut terlihat pada Senin (10/8/2026), ketika sejumlah masyarakat yang hendak mendapatkan pelayanan kesehatan harus berkumpul dan berdesakan di area pendaftaran untuk menunggu nomor antrean dipanggil.

Antrean panjang tersebut terjadi saat pasien harus menjalani proses verifikasi administrasi berupa sidik jari dan pemindaian wajah (face recognition) sebelum mendapatkan pelayanan lebih lanjut.

Baca Juga:

Sejumlah pasien terlihat harus berdiri dan saling berdesakan karena proses verifikasi terpusat pada satu titik, yakni di ruang pendaftaran.

Kondisi ini dinilai cukup menyulitkan, terutama bagi pasien lanjut usia, ibu-ibu, maupun masyarakat yang sedang dalam kondisi kurang sehat.

"Kami datang ke rumah sakit untuk berobat, bukan untuk berdesak-desakan seperti ini. Kalau sistemnya memang harus menggunakan sidik jari dan scan wajah, seharusnya pelayanan dan titik antreannya bisa diatur agar tidak menumpuk di satu tempat," keluh salah seorang warga yang berada di lokasi.

Masyarakat berharap pihak manajemen RSUD H. OK Arya Zulkarnain dapat segera melakukan evaluasi terhadap sistem antrean yang saat ini diterapkan.

Salah seorang pasien juga membandingkan pengalaman pelayanan di RSUD H. OK Arya Zulkarnain dengan salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Batu Bara.

Menurutnya, di Rumah Sakit Bidadari, proses pengambilan sidik jari pada setiap layanan spesialis dinilai lebih praktis karena tersedia perangkat perekaman di masing-masing bagian pelayanan.

Sementara itu, di RSUD H. OK Arya Zulkarnain, proses verifikasi sidik jari dan pemindaian wajah disebut masih terpusat di satu titik, yaitu ruang pendaftaran.

Perbedaan sistem tersebut menjadi perhatian masyarakat karena antrean yang menumpuk berpotensi membuat pasien merasa tidak nyaman, bahkan dapat menimbulkan persoalan baru apabila tidak segera dibenahi.

Masyarakat pun menyampaikan harapan kepada Bupati Batu Bara agar persoalan pelayanan publik di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut mendapat perhatian serius.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wali Kota Mahyaruddin Salim Terima Audiensi DPC Hanura, Bahas Sinergi Pembangunan Tanjungbalai
Percepat NPGT dan Sertifikasi Aset, Wali Kota Tanjungbalai Tinjau Pulau Milik Pemko Bersama Kanwil BPN Sumut
Wakil Bupati Asahan Lepas 91 Kontingen Pramuka ke Jambore Nasional XII 2026 di Cibubur, Siap Harumkan Nama Daerah
Bupati Batu Bara Tutup Musabaqah Dai dan Daiyah 2026, Lima Puluh Pesisir Raih Juara Umum
Berharap Apa dari Pertemuan Presiden dengan Periset BRIN?
Prihatin 43 Mahasiswa Berhenti Kuliah karena Biaya, Bobby Nasution Siapkan Beasiswa di Poltekkes Gunungsitoli
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru