Partisipasi Sekolah Anjlok di Usia SMA, Pendidikan Aceh Diminta Fokus pada Mutu Belajar
BANDA ACEH Pendidikan Aceh pada 2026 dinilai perlu mengubah orientasi kebijakan dari sekadar memperluas akses menjadi memastikan setiap
PENDIDIKAN
BATU BARA – Pemandangan antrean pasien yang berdesakan kembali menjadi sorotan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. OK Arya Zulkarnain, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.
Kondisi tersebut terlihat pada Senin (10/8/2026), ketika sejumlah masyarakat yang hendak mendapatkan pelayanan kesehatan harus berkumpul dan berdesakan di area pendaftaran untuk menunggu nomor antrean dipanggil.
Antrean panjang tersebut terjadi saat pasien harus menjalani proses verifikasi administrasi berupa sidik jari dan pemindaian wajah (face recognition) sebelum mendapatkan pelayanan lebih lanjut.Baca Juga:
Sejumlah pasien terlihat harus berdiri dan saling berdesakan karena proses verifikasi terpusat pada satu titik, yakni di ruang pendaftaran.
Kondisi ini dinilai cukup menyulitkan, terutama bagi pasien lanjut usia, ibu-ibu, maupun masyarakat yang sedang dalam kondisi kurang sehat.
"Kami datang ke rumah sakit untuk berobat, bukan untuk berdesak-desakan seperti ini. Kalau sistemnya memang harus menggunakan sidik jari dan scan wajah, seharusnya pelayanan dan titik antreannya bisa diatur agar tidak menumpuk di satu tempat," keluh salah seorang warga yang berada di lokasi.
Masyarakat berharap pihak manajemen RSUD H. OK Arya Zulkarnain dapat segera melakukan evaluasi terhadap sistem antrean yang saat ini diterapkan.
Salah seorang pasien juga membandingkan pengalaman pelayanan di RSUD H. OK Arya Zulkarnain dengan salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Batu Bara.
Menurutnya, di Rumah Sakit Bidadari, proses pengambilan sidik jari pada setiap layanan spesialis dinilai lebih praktis karena tersedia perangkat perekaman di masing-masing bagian pelayanan.
Sementara itu, di RSUD H. OK Arya Zulkarnain, proses verifikasi sidik jari dan pemindaian wajah disebut masih terpusat di satu titik, yaitu ruang pendaftaran.
Perbedaan sistem tersebut menjadi perhatian masyarakat karena antrean yang menumpuk berpotensi membuat pasien merasa tidak nyaman, bahkan dapat menimbulkan persoalan baru apabila tidak segera dibenahi.
Masyarakat pun menyampaikan harapan kepada Bupati Batu Bara agar persoalan pelayanan publik di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut mendapat perhatian serius.
Warga meminta pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah sakit, tetapi juga memastikan sistem pelayanan kepada masyarakat benar-benar berjalan efektif, cepat, tertib dan manusiawi.
"Bapak Bupati, kami mohon persoalan seperti ini jangan dianggap sepele. Masyarakat datang ke rumah sakit karena membutuhkan pelayanan kesehatan. Jangan sampai orang yang sedang sakit justru harus berdiri lama dan berdesak-desakan hanya untuk proses administrasi," ungkap warga.
Masyarakat berharap Bupati Batu Bara bersama Dinas Kesehatan dan manajemen RSUD H. OK Arya Zulkarnain turun langsung mengevaluasi sistem antrean tersebut.
Jika diperlukan, warga mengusulkan agar fasilitas sidik jari dan pemindaian wajah dapat ditempatkan di beberapa titik layanan atau disesuaikan dengan poli/spesialis masing-masing, sehingga konsentrasi pasien tidak menumpuk di satu lokasi.
Selain itu, masyarakat juga berharap adanya petugas khusus yang mengatur antrean, memberikan informasi secara jelas, serta membantu pasien lanjut usia dan pasien yang memiliki keterbatasan dalam menggunakan sistem digital.
Pelayanan kesehatan pada hakikatnya bukan hanya soal tersedianya dokter, obat dan fasilitas medis.
Sistem pelayanan administrasi yang tertib, cepat dan memberikan rasa nyaman kepada pasien juga merupakan bagian penting dari pelayanan publik.
Masyarakat kini menunggu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan manajemen RSUD H. OK Arya Zulkarnain untuk melakukan pembenahan agar kejadian antrean membeludak dan pasien berdesakan tidak terus berulang.* (ad)
BANDA ACEH Pendidikan Aceh pada 2026 dinilai perlu mengubah orientasi kebijakan dari sekadar memperluas akses menjadi memastikan setiap
PENDIDIKAN
KUALA, LANGKAT Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mendorong Desa Bekiung, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, menjadi desa e
PENDIDIKAN
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno membantah isu yang menyebut dirinya mundur da
POLITIK
KUALA, LANGKAT Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyerahkan peralatan produksi abon sapi dan cookies kepada Kelompok Ibui
PENDIDIKAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap alasan di balik pernyataannya yang menyebut konsumsi telur dapat menyebabkan
KESEHATAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto berencana mengalihkan sebagian keuntungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) u
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid angkat bicara soal isu reshuffle kabinet se
POLITIK
JAKARTA Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap sekitar 300 ribu pecandu narkoba di Indonesia telah terdeteksi. Menurutn
NASIONAL
JAKARTA Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menjadikan kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gra
NASIONAL