Partisipasi Sekolah Anjlok di Usia SMA, Pendidikan Aceh Diminta Fokus pada Mutu Belajar
BANDA ACEH Pendidikan Aceh pada 2026 dinilai perlu mengubah orientasi kebijakan dari sekadar memperluas akses menjadi memastikan setiap
PENDIDIKAN
JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap alasan di balik pernyataannya yang menyebut konsumsi telur dapat menyebabkan bisul. Dia mengaku sengaja melontarkan pernyataan tersebut untuk memancing para ahli gizi memberikan penjelasan kepada masyarakat.
Sudaryono mengatakan masih banyak masyarakat, terutama di daerah, yang percaya bahwa terlalu banyak mengonsumsi telur dapat membuat anak mengalami bisul. Karena itu, dia sengaja mengangkat mitos tersebut agar mendapat respons dari para ahli.
"Memang saya sengaja melempar ini dan alhamdulillah banyak ahli gizi di media sosial kemudian speak up semua. 'Pak Kepala Badan ini keliru' katanya. Memang keliru, aku tahu itu," ujar Sudaryono di Kantor BGN, dikutip Selasa (11/8/2026).Baca Juga:
Sudaryono menegaskan dirinya memahami bahwa secara medis tidak ada hubungan langsung antara konsumsi telur dan munculnya bisul. Dia mengaku sempat menjadi sasaran cibiran di media sosial setelah menceritakan pengalamannya saat kecil yang banyak mengonsumsi telur.
"Saya juga ngerti bahwa bisul sama makan telur banyak ini tidak ada hubungannya, ngerti," katanya.
Menurut Sudaryono, pernyataan tersebut sengaja disampaikan untuk membuka ruang edukasi mengenai manfaat telur sebagai salah satu sumber protein hewani. Dia berharap para ahli gizi dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk meluruskan mitos yang masih dipercaya sebagian masyarakat.
"Cuma, kenapa saya lontarkan? Karena di masyarakat kita di desa-desa itu masih ada mitos yang mengatakan kalau anak dikasih makan banyak telur akan bisulan," ujarnya.
"Maka perlu banyak ahli untuk menjelaskan memakai sosial media, memakai ini semua untuk berkampanye bahwa salah satu sumber protein terbaik itu adalah telur yang harganya relatif lebih murah dibanding sumber protein lain," sambungnya.
Pernyataan Sudaryono mengenai telur dan bisul sebelumnya disampaikan saat dirinya dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Saat itu, Sudaryono menceritakan pengalamannya ketika tumbuh di desa. Dia mengatakan keluarganya memelihara ayam sehingga dirinya banyak mengonsumsi telur.
"Saya sendiri anak dari desa. Ibu saya memelihara ayam di pojok rumah dan saya selalu makan itu sampai maaf sampai bisulan di mana-mana. Saya merasa bisa tumbuh berkembang karena telur karena ikan jarang di Grobogan yang jauh dari pantai," kata Sudaryono saat itu.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat sorotan dari sejumlah ahli medis dan gizi. Mereka menjelaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan konsumsi telur secara langsung menyebabkan bisul.
BANDA ACEH Pendidikan Aceh pada 2026 dinilai perlu mengubah orientasi kebijakan dari sekadar memperluas akses menjadi memastikan setiap
PENDIDIKAN
KUALA, LANGKAT Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mendorong Desa Bekiung, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, menjadi desa e
PENDIDIKAN
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno membantah isu yang menyebut dirinya mundur da
POLITIK
KUALA, LANGKAT Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyerahkan peralatan produksi abon sapi dan cookies kepada Kelompok Ibui
PENDIDIKAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap alasan di balik pernyataannya yang menyebut konsumsi telur dapat menyebabkan
KESEHATAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto berencana mengalihkan sebagian keuntungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) u
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid angkat bicara soal isu reshuffle kabinet se
POLITIK
JAKARTA Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap sekitar 300 ribu pecandu narkoba di Indonesia telah terdeteksi. Menurutn
NASIONAL
JAKARTA Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menjadikan kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gra
NASIONAL