Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Dokter spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bisul umumnya terjadi akibat infeksi pada folikel rambut yang disebabkan bakteri Staphylococcus aureus.
"Bisulan disebabkan karena adanya inflamasi di folikel rambut gara-gara Staphylococcus aureus, bukan gara-gara si telur," jelas dr Yaze.
Bakteri tersebut dapat masuk melalui luka kecil atau pori-pori kulit. Infeksi kemudian berkembang dan menyebabkan benjolan merah yang terasa nyeri serta dapat berisi nanah.
Risiko bisul dapat meningkat pada sejumlah kondisi, seperti kebersihan kulit yang kurang terjaga, diabetes yang tidak terkontrol, daya tahan tubuh menurun, obesitas, hingga gesekan berulang pada kulit.
Hingga saat ini, berdasarkan penjelasan yang disampaikan dalam kasus tersebut, tidak ada bukti bahwa konsumsi telur secara langsung menyebabkan bisul.
Alergi Telur Berbeda dengan Bisul
Meski telur bukan penyebab langsung bisul, dr Yaze menjelaskan terdapat kondisi yang mungkin membuat seseorang mengira keduanya berkaitan, yakni alergi telur.
Pada orang yang memiliki alergi telur, konsumsi telur dapat memicu reaksi sistem kekebalan tubuh. Gejalanya antara lain gatal, ruam kemerahan, biduran atau urtikaria, pembengkakan pada bibir dan wajah, mual, muntah, diare hingga sesak napas pada kasus berat.
Namun, alergi telur berbeda dengan bisul. Alergi merupakan respons sistem kekebalan tubuh terhadap protein tertentu dalam telur, sedangkan bisul merupakan infeksi bakteri yang menyebabkan peradangan dan pembentukan nanah.
Reaksi alergi yang menimbulkan rasa gatal juga dapat membuat seseorang terus menggaruk kulit. Garukan tersebut berpotensi menyebabkan lecet atau luka kecil yang menjadi pintu masuk bakteri. Jika kemudian terjadi infeksi, bisul dapat terbentuk.
Artinya, jika seseorang mengalami bisul setelah mengonsumsi telur, hal tersebut tidak serta-merta berarti telur menjadi penyebab langsung bisul.
Telur Sumber Protein
Di sisi lain, telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang kaya zat gizi. Satu butir telur ayam mengandung sekitar 6-7 gram protein berkualitas tinggi, serta sejumlah zat gizi seperti kolin, vitamin A, vitamin D, vitamin B12, riboflavin, selenium, dan fosfor.
Protein dalam telur memiliki nilai biologis tinggi dan dapat dimanfaatkan tubuh untuk membantu membentuk serta memperbaiki jaringan. Kandungan kolin di dalam telur juga berperan dalam perkembangan otak, fungsi saraf dan metabolisme tubuh.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.