BREAKING NEWS
Rabu, 12 Agustus 2026

Sengaja Lontarkan Mitos Telur Bikin Bisul, Kepala BGN: Biar Ahli Gizi Angkat Bicara

Dharma - Selasa, 11 Agustus 2026 18:50 WIB
Sengaja Lontarkan Mitos Telur Bikin Bisul, Kepala BGN: Biar Ahli Gizi Angkat Bicara
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. (Foto: Dok. Internal BGN)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap alasan di balik pernyataannya yang menyebut konsumsi telur dapat menyebabkan bisul. Dia mengaku sengaja melontarkan pernyataan tersebut untuk memancing para ahli gizi memberikan penjelasan kepada masyarakat.

Sudaryono mengatakan masih banyak masyarakat, terutama di daerah, yang percaya bahwa terlalu banyak mengonsumsi telur dapat membuat anak mengalami bisul. Karena itu, dia sengaja mengangkat mitos tersebut agar mendapat respons dari para ahli.

"Memang saya sengaja melempar ini dan alhamdulillah banyak ahli gizi di media sosial kemudian speak up semua. 'Pak Kepala Badan ini keliru' katanya. Memang keliru, aku tahu itu," ujar Sudaryono di Kantor BGN, dikutip Selasa (11/8/2026).

Baca Juga:

Sudaryono menegaskan dirinya memahami bahwa secara medis tidak ada hubungan langsung antara konsumsi telur dan munculnya bisul. Dia mengaku sempat menjadi sasaran cibiran di media sosial setelah menceritakan pengalamannya saat kecil yang banyak mengonsumsi telur.

"Saya juga ngerti bahwa bisul sama makan telur banyak ini tidak ada hubungannya, ngerti," katanya.

Menurut Sudaryono, pernyataan tersebut sengaja disampaikan untuk membuka ruang edukasi mengenai manfaat telur sebagai salah satu sumber protein hewani. Dia berharap para ahli gizi dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk meluruskan mitos yang masih dipercaya sebagian masyarakat.

"Cuma, kenapa saya lontarkan? Karena di masyarakat kita di desa-desa itu masih ada mitos yang mengatakan kalau anak dikasih makan banyak telur akan bisulan," ujarnya.

"Maka perlu banyak ahli untuk menjelaskan memakai sosial media, memakai ini semua untuk berkampanye bahwa salah satu sumber protein terbaik itu adalah telur yang harganya relatif lebih murah dibanding sumber protein lain," sambungnya.

Pernyataan Sudaryono mengenai telur dan bisul sebelumnya disampaikan saat dirinya dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Saat itu, Sudaryono menceritakan pengalamannya ketika tumbuh di desa. Dia mengatakan keluarganya memelihara ayam sehingga dirinya banyak mengonsumsi telur.

"Saya sendiri anak dari desa. Ibu saya memelihara ayam di pojok rumah dan saya selalu makan itu sampai maaf sampai bisulan di mana-mana. Saya merasa bisa tumbuh berkembang karena telur karena ikan jarang di Grobogan yang jauh dari pantai," kata Sudaryono saat itu.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat sorotan dari sejumlah ahli medis dan gizi. Mereka menjelaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan konsumsi telur secara langsung menyebabkan bisul.

Dokter spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bisul umumnya terjadi akibat infeksi pada folikel rambut yang disebabkan bakteri Staphylococcus aureus.

"Bisulan disebabkan karena adanya inflamasi di folikel rambut gara-gara Staphylococcus aureus, bukan gara-gara si telur," jelas dr Yaze.

Bakteri tersebut dapat masuk melalui luka kecil atau pori-pori kulit. Infeksi kemudian berkembang dan menyebabkan benjolan merah yang terasa nyeri serta dapat berisi nanah.

Risiko bisul dapat meningkat pada sejumlah kondisi, seperti kebersihan kulit yang kurang terjaga, diabetes yang tidak terkontrol, daya tahan tubuh menurun, obesitas, hingga gesekan berulang pada kulit.

Hingga saat ini, berdasarkan penjelasan yang disampaikan dalam kasus tersebut, tidak ada bukti bahwa konsumsi telur secara langsung menyebabkan bisul.

Alergi Telur Berbeda dengan Bisul

Meski telur bukan penyebab langsung bisul, dr Yaze menjelaskan terdapat kondisi yang mungkin membuat seseorang mengira keduanya berkaitan, yakni alergi telur.

Pada orang yang memiliki alergi telur, konsumsi telur dapat memicu reaksi sistem kekebalan tubuh. Gejalanya antara lain gatal, ruam kemerahan, biduran atau urtikaria, pembengkakan pada bibir dan wajah, mual, muntah, diare hingga sesak napas pada kasus berat.

Namun, alergi telur berbeda dengan bisul. Alergi merupakan respons sistem kekebalan tubuh terhadap protein tertentu dalam telur, sedangkan bisul merupakan infeksi bakteri yang menyebabkan peradangan dan pembentukan nanah.

Reaksi alergi yang menimbulkan rasa gatal juga dapat membuat seseorang terus menggaruk kulit. Garukan tersebut berpotensi menyebabkan lecet atau luka kecil yang menjadi pintu masuk bakteri. Jika kemudian terjadi infeksi, bisul dapat terbentuk.

Artinya, jika seseorang mengalami bisul setelah mengonsumsi telur, hal tersebut tidak serta-merta berarti telur menjadi penyebab langsung bisul.

Telur Sumber Protein

Di sisi lain, telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang kaya zat gizi. Satu butir telur ayam mengandung sekitar 6-7 gram protein berkualitas tinggi, serta sejumlah zat gizi seperti kolin, vitamin A, vitamin D, vitamin B12, riboflavin, selenium, dan fosfor.

Protein dalam telur memiliki nilai biologis tinggi dan dapat dimanfaatkan tubuh untuk membantu membentuk serta memperbaiki jaringan. Kandungan kolin di dalam telur juga berperan dalam perkembangan otak, fungsi saraf dan metabolisme tubuh.

Dr Yaze mengatakan konsumsi telur setiap hari pada orang sehat umumnya aman.

"Orang sehat normal itu makan satu butir telur sehat-sehat aja, aman-aman aja. Bahkan dalam satu minggu 5 sampai 7 butir telur itu boleh," kata dr Yaze.* (d/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Usai Kasus Korupsi MBG, Kepala BGN Baru Temui Jaksa Agung Minta Pendampingan Hukum
Kepala BGN Sudaryono ke Kejagung Hari Ini, Ada Apa?
Mulai Pekan Depan, BGN Wajibkan Ompreng MBG Cantumkan Batas Waktu Konsumsi
Tinggal 2 Hari Lagi, Dapur MBG Tanpa SLHS Terancam Disetop
Terenyuh Lihat Anak Bawa Pulang Burger buat Ibunya, Kepala BGN Bikin Aturan Baru
BGN Pecat Tidak Hormat 66 Kepala Dapur MBG, Ada yang Terlibat Judol hingga 'Hengki-Pengki'
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru