BREAKING NEWS
Selasa, 11 Agustus 2026

Rupiah Kembali Melemah ke Rp17.797, Jadi Salah Satu Mata Uang Asia yang Tertekan

Administrator - Selasa, 11 Agustus 2026 09:48 WIB
Rupiah Kembali Melemah ke Rp17.797, Jadi Salah Satu Mata Uang Asia yang Tertekan
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Nilai tukar rupiah diperkirakan kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Selasa (11/8/2026).

Memanasnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang mengerek harga minyak mentah dunia menjadi pemicu utama pelemahan mata uang Garuda.

Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures pada pukul 10.16 WIB, rupiah tercatat melemah 42 poin atau 0,24 persen ke level Rp17.797 per dolar AS.

Baca Juga:

Pergerakan ini menempatkan rupiah sebagai salah satu mata uang yang paling tertekan di kawasan Asia.

Di Asia, peso Filipina mencatatkan pelemahan terbesar terhadap dolar AS yakni 0,44 persen, diikuti rupiah (0,24 persen), rupee India (0,09 persen), dan ringgit Malaysia (0,07 persen).

Sebaliknya, beberapa mata uang Asia justru berhasil menguat terhadap dolar AS.

Won Korea Selatan memimpin penguatan sebesar 0,19 persen, disusul dolar Taiwan dan yen Jepang yang masing-masing naik 0,03 persen.

Sementara dolar Singapura, yuan China, dan baht Thailand bergerak menguat tipis sekitar 0,02 persen.

Analis Doo Financial Futures menjelaskan bahwa sentimen geopolitik Timur Tengah berdampak langsung pada kenaikan harga minyak, yang pada akhirnya membebani mata uang negara-negara pengimpor minyak.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang kembali menaikkan harga minyak mentah dunia," ujarnya, Selasa (11/8/2026).

Rupiah dan peso Filipina mengalami tekanan paling berat dibanding mata uang Asia lainnya karena tingginya ketergantungan kedua negara terhadap impor minyak mentah.

Dari dalam negeri, para pelaku pasar kini tengah mencermati rilis data penjualan ritel Indonesia. Data tersebut diperkirakan tumbuh sebesar 1,8 persen.

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram
IHSG Menguat 0,3 Persen, Enam Saham Big Caps Naik di Awal Perdagangan
Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Rupiah Diprediksi Makin Menguat
Rupiah Menguat ke Rp17.755, Sentimen BI hingga Data Inflasi AS Jadi Sorotan
IHSG Berakhir Merah, CUAN-BRPT Pimpin Pelemahan Saham LQ45
Rupiah Menguat 0,26 Persen ke Rp17.844 per Dolar AS di Awal Pekan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru