BREAKING NEWS
Senin, 10 Agustus 2026

Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Rupiah Diprediksi Makin Menguat

Johan - Senin, 10 Agustus 2026 20:21 WIB
Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Rupiah Diprediksi Makin Menguat
Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI). (Foto: Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Nilai tukar rupiah diproyeksikan kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Penguatan rupiah diperkirakan berlanjut setelah Presiden Prabowo Subianto mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI).

Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif, namun ditutup menguat pada perdagangan besok.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 17.700-Rp 17.750," kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Baca Juga:

Proyeksi tersebut muncul setelah nama Destry resmi diajukan Presiden Prabowo sebagai calon tunggal Gubernur BI. Pengajuan tersebut tertuang dalam Surat Presiden (Surpres) yang telah diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Sementara itu, rupiah pada perdagangan Senin (10/8/2026) ditutup menguat 142 poin ke level Rp 17.755 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp 17.897 per dolar AS.

Meski rupiah diproyeksikan melanjutkan penguatan, Ibrahim mengatakan sentimen domestik masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah melemahnya tingkat kepercayaan konsumen Indonesia pada Juli 2026.

Berdasarkan data Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun menjadi 116,8 pada Juli 2026 dari 117,8 pada Juni 2026.

Menurut Ibrahim, meski mengalami penurunan, level IKK masih berada di atas 100 yang menunjukkan konsumen secara umum masih optimistis terhadap kondisi perekonomian.

Namun, tren penurunan selama tiga bulan terakhir menunjukkan masyarakat mulai lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian dan mengatur pengeluaran.

"Tren ini menunjukkan konsumen mulai lebih berhati-hati dalam melihat kondisi ekonomi dan menentukan keputusan belanja," jelasnya.

Ibrahim menilai pelemahan keyakinan konsumen perlu menjadi perhatian karena konsumsi rumah tangga merupakan salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Jika tren tersebut terus berlanjut, ruang pertumbuhan konsumsi rumah tangga berpotensi ikut tertekan. Masyarakat dinilai akan semakin selektif dalam menggunakan pendapatan dan cenderung menahan belanja.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Menguat ke Rp17.755, Sentimen BI hingga Data Inflasi AS Jadi Sorotan
Rupiah Menguat 0,26 Persen ke Rp17.844 per Dolar AS di Awal Pekan
Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Sentuh Rp17.941 di Awal Perdagangan
Rupiah Menang Tipis Pagi Ini, Dolar AS Melorot ke Rp17.912
Dolar AS Turun ke Rp17.971, Rupiah Menguat pada Awal Perdagangan
Harga Emas Antam Melandai Hari Ini, Segini Rincian Lengkapnya per Gram hingga 1 Kg
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru