BREAKING NEWS
Rabu, 12 Agustus 2026

"Masa Pakai BMW-Mercy, Beli Pertalite Subsidi?" Sindiran Bahlil soal Orang Kaya

Dharma - Selasa, 11 Agustus 2026 17:38 WIB
"Masa Pakai BMW-Mercy, Beli Pertalite Subsidi?" Sindiran Bahlil soal Orang Kaya
Bahlil Sambangi Kantor Menkeu Purbaya, Bahas Skema Batasi Orang Kaya Beli BBM Subsidi. (Foto: liputan6)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Pemerintah tengah mengkaji pembatasan subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite bagi masyarakat berpenghasilan tinggi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pembatasan tersebut berpotensi menyasar kelompok masyarakat yang masuk desil 9 dan 10.

Hal itu disampaikan Purbaya usai bertemu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

"Jadi tadi kita membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas. Mungkin yang desil 9, 10 supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap," ujar Purbaya.

Baca Juga:

Purbaya menegaskan kebijakan tersebut belum akan diterapkan dalam waktu dekat. Pemerintah masih menyiapkan sekaligus menguji sistem yang nantinya digunakan untuk memastikan penyaluran subsidi BBM lebih tepat sasaran.

Menurutnya, sistem yang dimiliki PT Pertamina (Persero) saat ini sudah cukup baik dan dinilai siap mendukung penerapan kebijakan tersebut.

"Saya juga sudah sempat melihat sistem Pertamina sudah cukup baik sehingga siap bisa dilaksanakan," katanya.

Meski demikian, Purbaya belum dapat memastikan waktu penerapan pembatasan subsidi Pertalite. Saat ditanya kemungkinan kebijakan tersebut mulai berlaku pada Januari 2027, dia mengatakan pemerintah masih melakukan persiapan.

"Belum, belum tahu. Tapi kita siapkan sistemnya seperti apa dengan masukan dari Pak Bahlil tadi," ujarnya.

Sementara itu, Bahlil mengatakan pertemuannya dengan Purbaya turut membahas pola penyaluran subsidi energi agar lebih tepat sasaran. Dia menilai masih terdapat masyarakat berpenghasilan tinggi yang menikmati subsidi BBM.

"Selama ini kan kita tahu teman-teman, sebagian subsidi tidak tepat sasaran. Masa orang kaya harus kita subsidi? Contoh Pertalite," kata Bahlil.

Bahlil menyebut masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 masih dapat menikmati subsidi Pertalite. Karena itu, pemerintah sedang menyusun sistem untuk mengarahkan anggaran subsidi energi yang mencapai ratusan triliun rupiah kepada masyarakat yang dinilai lebih berhak.

"Desil 9, desil 10 masih kena, masih dapat subsidi. Nah ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," ujarnya.

Bahlil mengatakan pemerintah belum menghitung potensi penghematan dari kebijakan tersebut. Menurutnya, perhitungan masih dalam tahap simulasi.

Dia menjelaskan pembatasan subsidi nantinya akan mempertimbangkan jenis kendaraan sekaligus kemampuan ekonomi pemilik kendaraan. Kendaraan mewah dinilai tidak semestinya menggunakan BBM bersubsidi.

"Jangan pakai BMW, pakai Mercy, masa pakai minyak subsidi? Itu yang dimaksudkan Pak Menteri tadi," ujar Bahlil.* (k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tanjungbalai Resmi Berganti Identitas Jadi 'Kota Kerang', Ini Targetnya
Kinerja OPD Dinilai Belum Memuaskan, Wali Kota Tanjungbalai: Jangan Bawa Kekerabatan
1 Juta Sarjana Masih Menganggur, Ada Apa dengan Dunia Kerja di Indonesia?
Tak Tunggu Laporan, Bobby Nasution Turun Langsung ke Nias dan Eksekusi Masalah Warga
Geger! 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Main Judol
Pemerintah Sepakat Ojol Masuk Kategori Usaha Mikro, Bakal Kena Pajak?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru