BREAKING NEWS
Jumat, 21 Agustus 2026

Banyak Warga Protes Desilnya Salah, Airlangga Pastikan Data Bisa Diperbarui Setiap 3 Bulan

Johan - Kamis, 20 Agustus 2026 13:44 WIB
Banyak Warga Protes Desilnya Salah, Airlangga Pastikan Data Bisa Diperbarui Setiap 3 Bulan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Ayana Hotel, Jakarta Pusat pada Rabu (19/8/2026). (Foto: KOMPAS/DEBRINATA RIZKY)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan data desil kesejahteraan masyarakat dapat berubah karena kondisi sosial ekonomi bersifat dinamis. Penetapan desil saat ini mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Airlangga mengatakan DTSEN menjadi basis pemerintah dalam menentukan kondisi sosial ekonomi masyarakat, termasuk untuk kebijakan bantuan sosial (bansos).

"Jadi, tentu kemarin kan khusus untuk desil ekonomi itu basisnya DTSEN, dan sekarang kebijakan untuk bansos itu menggunakan satu data dari DTSEN," kata Airlangga di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga:

Menurut Airlangga, pemerintah juga sedang melakukan survei ekonomi. Hasil survei tersebut nantinya akan menjadi bagian dari proses pemutakhiran data.

Saat ditanya apakah hasil survei ekonomi bisa memengaruhi perubahan desil seseorang, Airlangga menegaskan data tersebut tidak bersifat tetap.

"Terus sekarang survei ekonomi sedang dilakukan. Nanti kita lihat hasilnya seperti apa. Iya, selalu data kan sifatnya dinamis," ujarnya.

Pembahasan mengenai desil belakangan ramai di masyarakat setelah warga mulai mengecek posisi kesejahteraannya melalui situs DTSEN. Sejumlah keluhan juga muncul karena ada masyarakat yang merasa posisi desilnya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mereka saat ini.

Pemerintah sebelumnya menjelaskan bahwa desil merupakan pemeringkatan kesejahteraan keluarga berdasarkan sejumlah indikator sosial dan ekonomi, bukan hanya berdasarkan besarnya penghasilan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul juga menyampaikan bahwa data desil dapat diperbarui secara berkala. Menurut dia, pemutakhiran dilakukan setiap tiga bulan.

"Setiap tiga bulan sekali ada hasil pemutakhiran. Maka itu kita harapkan memang semuanya bisa ikut berpartisipasi aktif dalam pemutakhiran data ini," ujar Gus Ipul, dikutip dari 20detik.

Masyarakat yang merasa kondisi sosial ekonominya tidak sesuai dengan data yang tercatat dapat mengajukan sanggahan atau pemutakhiran. Pengajuan dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos maupun melalui pemerintah desa atau kelurahan.

Pemutakhiran data menjadi penting karena posisi desil kini mulai digunakan dalam pembahasan sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk penyaluran bansos dan rencana pengendalian subsidi BBM.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Apa Itu Desil? Ini Kaitannya dengan Rencana Pembatasan Pertalite
Lebih dari 1 Juta Anak Terindikasi Judi Online dari Data 1,49 Juta Penerima Bansos, Kemensos Ancam Setop Bantuan
Pendaftaran Perlinsos Medan Baru 35 Persen, Pemko Genjot Pendataan dengan Sistem Jemput Bola
Baru 35 Persen Terdata, Dinsos Medan Ajak Warga Segera Daftar Perlinsos Sebelum 31 Agustus
Usai Mangkir, Rudi Tanoe Akhirnya Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Korupsi Bansos Beras Rp200 Miliar
Mangkir Lagi, KPK Tegur Rudy Tanoe: Jangan Menunda-Nunda Proses Penyidikan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru