BREAKING NEWS
Senin, 07 September 2026

IHSG Dibuka Menguat 0,05 Persen ke 6.639,77, Saham KLBF hingga BUMI Naik

Administrator - Senin, 07 September 2026 09:37 WIB
IHSG Dibuka Menguat 0,05 Persen ke 6.639,77, Saham KLBF hingga BUMI Naik
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin, 7 September 2026.

Pada awal perdagangan, indeks naik 0,05 persen ke level 6.639,77.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan saham pada pembukaan perdagangan cenderung beragam.

Baca Juga:

Sebanyak 263 saham tercatat menguat, sementara 300 saham melemah dan 400 saham lainnya stagnan.

Sejumlah saham yang masuk jajaran LQ45 mencatat kenaikan cukup signifikan.

PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) memimpin penguatan dengan kenaikan 5,16 persen menjadi Rp815 per saham.

Selanjutnya, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) naik 4,22 persen ke Rp11.725. PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menguat 3,81 persen menjadi Rp218.

Penguatan juga terjadi pada PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) yang naik 3,47 persen ke Rp2.980, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 2,68 persen ke Rp1.535, dan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) naik 2,25 persen menjadi Rp454.

Di sisi lain, sejumlah saham justru bergerak di zona merah.

PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) turun 2,63 persen menjadi Rp2.220. PT Astra International Tbk. (ASII) melemah 1,02 persen ke Rp4.850.

Penurunan juga dialami PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) sebesar 0,98 persen menjadi Rp202 dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) yang turun 0,97 persen ke Rp510.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan IHSG pada perdagangan Jumat, 4 September 2026, terkoreksi 0,47 persen ke level 6.636.

Meski demikian, secara mingguan IHSG masih mencatat penguatan 1,82 persen. Penguatan tersebut juga disertai volume pembelian yang cukup tinggi.

Menurut Herditya, IHSG memiliki level resistance di 6.705 dan 6.755. Sementara itu, level support berada di 6.561 dan 6.476.

Ruang penguatan masih terbuka apabila IHSG mampu mempertahankan momentum dan menembus area resistance tersebut.

"Worst case, skenario IHSG sudah berada di akhir wave v dari wave (c), sehingga IHSG rawan terkoreksi dengan area terdekat berada di 6.578–6.626," kata Herditya dalam risetnya untuk perdagangan Senin (7/9/2026).

Dengan kondisi tersebut, investor perlu mencermati pergerakan IHSG sepanjang sesi perdagangan.

Penguatan pada awal perdagangan belum menjadi jaminan indeks akan bertahan di zona hijau hingga penutupan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca membeli atau menjual saham.

Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing pembaca.

Setiap keputusan investasi memiliki risiko dan menjadi tanggung jawab investor.* (bi/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Beras dan Minyak Goreng Masih Stabil Hari Ini, Cabai Rawit Merah Makin Pedas
Butuh Modal Usaha Rp500 Juta? Ini Simulasi Angsuran KUR BNI 2026
Delegasi Indonesia-Malaysia-Thailand Tiba di Medan, PTM IMT-GT ke-32 Segera Digelar
BULOG Turun Serentak ke Pasar, Stok Beras Pemerintah Capai 4,9 Juta Ton
Harga Sembako Naik, Pemkot Medan Gelar Pasar Murah di 13 Kelurahan
Harga BBM September 2026 Naik, Pertamina hingga Shell Kompak Ubah Harga
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru