BREAKING NEWS
Minggu, 06 September 2026

BULOG Turun Serentak ke Pasar, Stok Beras Pemerintah Capai 4,9 Juta Ton

Dodi Kurniawan - Minggu, 06 September 2026 12:21 WIB
BULOG Turun Serentak ke Pasar, Stok Beras Pemerintah Capai 4,9 Juta Ton
Perum BULOG mengerahkan jajarannya di seluruh Indonesia untuk turun langsung ke pasar secara serentak. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Perum BULOG mengerahkan jajarannya di seluruh Indonesia untuk turun langsung ke pasar secara serentak.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras sekaligus menjaga harga pangan tetap terkendali.

Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar tersebut menjadi bagian dari upaya BULOG memperkuat stabilisasi pangan nasional.

Baca Juga:

Pemantauan langsung dilakukan untuk mengetahui kondisi pasar, termasuk harga, ketersediaan beras, dan kelancaran distribusi.

Kegiatan diawali dengan koordinasi nasional melalui konferensi video yang dipimpin Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani bersama Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Badan Pangan Nasional Maino Dwi Hartono serta seluruh Pemimpin Wilayah dan Pemimpin Cabang BULOG.

Dari wilayah masing-masing, jajaran BULOG mengikuti koordinasi sekaligus melakukan monitoring dan operasi pasar secara bersamaan.

Mereka mengecek harga dan ketersediaan komoditas serta memastikan intervensi pangan berjalan efektif.

BULOG menyebut kondisi stok beras pemerintah saat ini masih kuat. Per 5 September 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG mencapai sekitar 4,9 juta ton.

Stok tersebut tersebar di jaringan pergudangan BULOG di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang 2026 hingga 5 September telah mencapai sekitar 756 ribu ton.

Kondisi stok yang besar tersebut memberikan ruang bagi BULOG untuk terus melakukan intervensi pasar jika terjadi tekanan terhadap harga dan pasokan beras.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal mengatakan pemantauan langsung ke pasar penting dilakukan sebagai langkah antisipasi, terutama terhadap potensi kenaikan inflasi.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Sembako Naik, Pemkot Medan Gelar Pasar Murah di 13 Kelurahan
Keracunan MBG Terus Terjadi, Zulhas: Kasih Waktu 2 Bulan, Kami Selesaikan
Bupati Asahan Lepas Tim U-13 dan U-15 Berlaga di Piala Soeratin Sumut, Bidik Tiket Nasional
Harga BBM September 2026 Naik, Pertamina hingga Shell Kompak Ubah Harga
Cari HP Rp2 Jutaan? Ini 7 Pilihan Menarik September 2026, Bisa Dapat HP Gaming hingga 5G
Bansos Terancam Dicoret karena Desil Berubah? Kemensos Beri Penjelasan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru