Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam bergerak turun pada perdagangan Senin, 7 September 2026.
Harga emas Antam untuk ukuran 1 gram tercatat Rp2.637.000 per gram.
Harga tersebut turun Rp3.000 dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya yang berada di level Rp2.640.000 per gram.
Baca Juga:
Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga turun Rp3.000 menjadi Rp2.490.000 per gram.
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut daftar harga emas batangan Antam pada Senin, 7 September 2026:
0,5 gram: Rp1.368.500
1 gram: Rp2.637.000
2 gram: Rp5.214.000
3 gram: Rp7.796.000
5 gram: Rp12.960.000
10 gram: Rp25.865.000
25 gram: Rp64.537.000
50 gram: Rp128.995.000
100 gram: Rp257.912.000
250 gram: Rp644.515.000
500 gram: Rp1.288.820.000
1.000 gram: Rp2.577.600.000
Pergerakan harga emas Antam mengikuti pelemahan harga emas dunia pada perdagangan pagi.
Pada pukul 07.39 WIB, harga emas dunia di pasar spot turun 0,23 persen ke US$4.422,09 per troy ounce.
Penurunan harga emas terjadi setelah pasar merespons data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang dirilis pada akhir pekan lalu.
US Bureau of Labor Statistics melaporkan perekonomian AS menciptakan 162.000 lapangan kerja nonpertanian (non-farm payrolls) sepanjang Agustus.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan capaian bulan sebelumnya yang hanya 21.000 lapangan kerja.
Hasil tersebut juga melampaui perkiraan pasar sebesar 56.000 lapangan kerja.
Sementara itu, tingkat pengangguran AS pada Agustus berada di level 4,1 persen, tidak berubah dibandingkan Juli.
Kondisi pasar tenaga kerja yang masih kuat membuat pelaku pasar memperkirakan peluang Federal Reserve atau The Fed menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan September semakin terbuka.
Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan Federal Funds Rate dalam rapat September berada di 58,3 persen.
Inflasi AS yang masih berada di atas target 2 persen turut menjadi perhatian pasar.
Dengan pasar tenaga kerja yang masih kuat, ruang bagi The Fed untuk mempertahankan atau mengetatkan kebijakan moneter menjadi lebih besar.
Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset. Karena itu, emas cenderung kurang menarik ketika suku bunga meningkat.
Saat suku bunga dan imbal hasil obligasi naik, investor dapat lebih tertarik menempatkan dana pada aset yang memberikan imbal hasil.
Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap harga emas.
"Pergerakan harga emas adalah respons dari data ketenagakerjaan yang mengejutkan. Data ini mendorong yield obligasi ke atas dan dolar AS menguat, karena pasar berekspektasi The Fed akan mengetatkan kebijakan moneter. Ini menjadi tantangan bagi emas," jelas Ewa Manthey, Commodity Strategist di ING Bank, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Dengan demikian, pergerakan harga emas dalam waktu dekat akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan data ekonomi AS, arah suku bunga The Fed, pergerakan dolar AS, serta imbal hasil obligasi pemerintah AS.* (bb/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.