BREAKING NEWS
Jumat, 11 September 2026

IHSG Dibuka Anjlok 1,19 Persen, Saham Big Caps DSSA hingga BBCA Berguguran

Administrator - Jumat, 11 September 2026 09:38 WIB
IHSG Dibuka Anjlok 1,19 Persen, Saham Big Caps DSSA hingga BBCA Berguguran
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Jumat, 11 September 2026.

Tekanan terjadi seiring koreksi sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps, termasuk DSSA, MORA, BREN, hingga BBCA.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka turun 1,19 persen atau 78,29 poin ke level 6.511,04 hingga pukul 09.01 WIB.

Baca Juga:

Pada awal perdagangan, indeks bergerak pada level terendah 6.507,60 dan sempat menyentuh posisi 6.552,79.

Sebanyak 106 saham tercatat menguat, sedangkan 385 saham terkoreksi dan 170 saham lainnya stagnan.

Adapun kapitalisasi pasar berada di posisi Rp11.421,32 triliun.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar tercatat mengalami penurunan pada awal perdagangan.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menjadi salah satu saham dengan penurunan terdalam, yakni sebesar 2,70 persen ke level Rp1.080 per saham.

Selanjutnya, PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) terkoreksi 2,35 persen menjadi Rp5.200.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) juga melemah 2,12 persen ke level Rp3.230 per saham.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 1,95 persen menjadi Rp6.300.

Kemudian PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) terkoreksi 1,91 persen menjadi Rp12.850 per saham.

Tekanan terhadap saham-saham berkapitalisasi besar tersebut ikut menyeret pergerakan IHSG pada awal perdagangan.

IHSG diproyeksikan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Jumat.

Rentang support IHSG diperkirakan berada di level 6.530–6.570, sedangkan area resistance berada pada kisaran 6.600–6.620.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menilai kenaikan harga minyak mentah dunia dan menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed menjadi sentimen negatif bagi pasar saham.

"Dengan oil naik signifikan dan potensi The Fed menaikkan suku bunga, IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan hari ini," ujar Fanny.

Sehari sebelumnya, IHSG ditutup melemah 1,33 persen. Penurunan tersebut disertai aksi jual bersih atau net sell investor asing sebesar Rp748 miliar.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran pelepasan investor asing, antara lain BBCA, BBRI, ISAT, INDY, dan CPIN.

Pelemahan pasar saham domestik juga terjadi di tengah tekanan pada bursa saham Amerika Serikat.

Indeks S&P 500 turun 0,58 persen, Nasdaq melemah 0,65 persen, sedangkan Dow Jones terkoreksi 0,60 persen.

Koreksi di Wall Street terjadi seiring kenaikan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun.

Selain itu, harga minyak Brent melonjak hingga mendekati US$107 per barel.

Kenaikan harga minyak tersebut dipengaruhi gangguan jalur pasokan di kawasan Selat Hormuz dan Laut Merah.

Tekanan serupa juga terjadi di bursa Asia-Pasifik. Mayoritas indeks bergerak di zona merah di tengah kekhawatiran mengenai meluasnya konflik di Timur Tengah.

Kenaikan biaya energi juga menjadi perhatian pasar karena berpotensi kembali mendorong inflasi global.

Pergerakan IHSG selanjutnya akan dipengaruhi oleh perkembangan sentimen global, terutama harga minyak, arah kebijakan suku bunga The Fed, serta kondisi geopolitik di Timur Tengah.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca membeli atau menjual saham.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.* (bi/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Emas Antam Masih Mahal! 1 Gram Rp2,625 Juta, Buyback Turun Rp25 Ribu
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Bawang Merah Turun, Cabai dan Telur Justru Naik
Ratusan Saham Rontok IHSG Babak Belur Anjlok 1,33% ke Level 6.589 Dihantam Aksi Jual Masif
Rupiah Masih Tertekan, Dibuka Melemah ke Rp17.512 per Dolar AS
Daftar Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Naik Lagi, Tembus Rp91 Ribu per Kg
IHSG Dibuka Menguat 0,29 Persen ke 6.697,75, Saham CUAN hingga ANTM Jadi Penggerak
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru