BREAKING NEWS
Jumat, 11 September 2026

Tertekan Konflik Timur Tengah, Rupiah Melemah ke Level Rp17.611 per Dolar AS

Johan - Jumat, 11 September 2026 15:55 WIB
Tertekan Konflik Timur Tengah, Rupiah Melemah ke Level Rp17.611 per Dolar AS
ilustrasi - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Jumat (11/9/2026). (Foto: Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Jumat (11/9/2026). Rupiah ditutup turun 64 poin atau 0,36% ke level Rp17.611 per dolar AS.

Analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan tekanan terhadap rupiah salah satunya datang dari sentimen eksternal. Konflik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Iran menyatakan telah menyerang 10 kapal di dekat Selat Hormuz, sementara AS menyatakan melakukan serangan balasan dengan menenggelamkan lima kapal tanker Iran.

"Serangan-serangan tersebut menandai pertempuran terparah dalam beberapa bulan terakhir dan mengindikasikan minimnya tanda-tanda penurunan eskalasi konflik yang kini telah memasuki bulan ketujuh," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Baca Juga:

Kekhawatiran pasar juga meningkat akibat aktivitas kelompok Houthi di Yaman yang disebut dapat mengganggu jalur perdagangan dan pasokan energi global. Serangan di kawasan Bab el-Mandeb berpotensi menambah gangguan terhadap distribusi minyak mentah setelah Selat Hormuz.

Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar memperhitungkan premi risiko yang lebih tinggi terhadap harga minyak mentah. Harga minyak dunia yang meningkat kemudian turut memberikan tekanan terhadap negara-negara importir minyak, termasuk Indonesia.

Dari Amerika Serikat, data Producer Price Index (PPI) pada Agustus 2026 tercatat naik 0,4% secara bulanan. Angka tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar dan lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,1% pada Juli.

Secara tahunan, inflasi produsen AS meningkat menjadi 5,4% dari sebelumnya 4,8% dan sedikit di atas perkiraan 5,3%. Inflasi produsen inti juga naik menjadi 4,6% dari 4,3%.

Data tersebut membuat peluang kebijakan suku bunga The Federal Reserve tetap menjadi perhatian pasar. Investor masih mencermati arah kebijakan moneter AS karena pergerakan suku bunga dapat memengaruhi arus modal dan nilai tukar mata uang negara berkembang.

Sementara dari dalam negeri, harga minyak mentah dunia yang telah menembus US$100 per barel menjadi tantangan bagi perekonomian Indonesia. Sebagai importir neto minyak, kenaikan harga minyak dapat meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk membayar impor.

Kondisi itu berpotensi menekan rupiah sekaligus meningkatkan risiko inflasi barang impor. Di sisi fiskal, kenaikan harga minyak juga dapat meningkatkan kebutuhan subsidi dan kompensasi energi apabila pemerintah mempertahankan harga BBM untuk menjaga daya beli masyarakat.

Menurut Ibrahim, kondisi tersebut menciptakan dilema kebijakan bagi pemerintah. Kenaikan harga BBM dapat meningkatkan inflasi dan menekan daya beli, sementara mempertahankan subsidi berpotensi meningkatkan beban APBN.

Di sisi lain, Indonesia masih berpotensi memperoleh keuntungan dari kenaikan harga sejumlah komoditas ekspor seperti batu bara dan minyak kelapa sawit atau CPO. Namun, keuntungan tersebut dinilai belum tentu mampu sepenuhnya mengimbangi kenaikan biaya impor minyak.

Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya dan berpotensi kembali melemah dalam rentang Rp17.610 hingga Rp17.650 per dolar AS.

Untuk sepekan ke depan, dia memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.500 hingga Rp17.850 per dolar AS.

Pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi perkembangan konflik geopolitik, harga minyak dunia, data ekonomi AS, serta respons kebijakan pemerintah dan bank sentral terhadap dinamika ekonomi global.* (oz/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wujud Nyata Kehadiran Polri, Kapolres Binjai Salat Jumat Bersama Warga
Beda dari 2018, BNPB Jamin Anak Krakatau Belum Berpotensi Tsunami Meski Erupsi Menerus
Semalaman Muntahkan Lava Air Mancur, Anak Krakatau Kini Siaga Level III
Suasana Pecah! Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan Gelar Lomba Lari Antar-Satker, Olahraga Jumat Jadi Ajang Rebutan Juara
Melesat Naik Rp31.000 Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp2,67 Juta per Gram
Rupiah Menguat ke Level Rp17.631 per Dolar AS di Akhir Pekan, Berhasil Pangkas Pelemahan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru