BREAKING NEWS
Jumat, 25 September 2026

Rupiah Terus Tertekan, Dibuka Turun 43 Poin ke Rp17.861 per Dolar AS

Administrator - Kamis, 24 September 2026 09:40 WIB
Rupiah Terus Tertekan, Dibuka Turun 43 Poin ke Rp17.861 per Dolar AS
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Pandangan serupa disampaikan Presiden The Fed Boston Susan Collins.

Ia menyatakan pentingnya mempertahankan kebijakan restriktif di tengah risiko inflasi yang masih berada di atas target dalam jangka panjang.

Dari dalam negeri, pergerakan rupiah mendapat dukungan dari keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22–23 September 2026.

Dalam keputusan tersebut, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,75 persen.

Suku bunga Deposit Facility juga tetap 4,75 persen, sedangkan Lending Facility berada di level 6,50 persen.

"Alasan utama BI Rate kembali dipertahankan adalah stabilitas kurs rupiah masih terus bisa dijaga sekaligus mendorong tren pertumbuhan ekonomi Indonesia sambil menekan inflasi," ujar Ibrahim dalam keterangan resmi.

Sentimen positif dari dalam negeri turut diperkuat oleh langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang disebut telah menuntaskan pembayaran kembali obligasi BLBI senilai Rp218 triliun kepada Bank Indonesia.

Menurut Ibrahim, penyelesaian utang historis yang berkaitan dengan krisis 1997–1998 tersebut dinilai menjadi tonggak penting bagi penguatan stabilitas makroekonomi dan pengelolaan fiskal Indonesia ke depan.* (bi/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Dibuka Melemah 0,46% ke 6.345, BUMI hingga ANTM Masuk Zona Merah
Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok, Jadi Rp2,605 Juta per Gram
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Level Rp 17.818 per Dolar AS
Warga Helvetia Protes Bansos Beras Diduga Tak Tepat Sasaran, Wali Kota Rico Waas Buka Suara
Harga Emas Antam Naik Lagi Hari Ini, Tembus Rp2,63 Juta per Gram
Lirik Peluang Investasi Baru, Wagub Sumut Pamer KEK Sei Mangkei ke Utusan AS Hingga Dorong Kemitraan Pendidikan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru