BREAKING NEWS
Rabu, 07 Oktober 2026

IHSG Dibuka Menguat 0,17 Persen ke Level 6.203,21, Saham PTBA Melonjak

Adelia Syafitri - Rabu, 07 Oktober 2026 09:44 WIB
IHSG Dibuka Menguat 0,17 Persen ke Level 6.203,21, Saham PTBA Melonjak
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Saham PT Indah Kiat Pulp & Papers Tbk. (INKP) turun 0,59 persen menjadi Rp8.400, sedangkan PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) melemah 0,55 persen ke Rp180.

Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini tidak terlepas dari keputusan FTSE Russell yang mempertahankan status pasar modal Indonesia dalam kategori Secondary Emerging Market.

Dengan keputusan tersebut, Indonesia tidak masuk dalam daftar pantau atau Watch List dan tidak mengalami penurunan status atau downgrade.

Meski demikian, FTSE Russell menyatakan tetap memantau implementasi dan efektivitas reformasi integritas pasar modal yang dilakukan oleh otoritas pasar modal Indonesia.

Pemantauan tersebut dilakukan setelah sejumlah penyesuaian indeks bagi efek asal Indonesia ditunda dalam peninjauan indeks atau index review periode Maret, Juni, dan September 2026.

"Indonesia telah mengimplementasikan berbagai Reformasi Pasar Modal, termasuk peningkatan keterbukaan informasi pemegang saham, perluasan kategori klasifikasi investor, persyaratan batas minimum saham beredar (free float), hingga penguatan sarana pengawasan pasar," tulis manajemen FTSE Russell dalam pengumuman resminya.

Dari sisi global, investor juga mencermati rilis dokumen Federal Open Market Committee atau FOMC dari rapat The Fed pada 15-16 September 2026.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan pelaku pasar akan mencermati pandangan anggota The Fed mengenai arah suku bunga acuan setelah Fed Funds Rate (FFR) berada di level 3,75-4,00 persen.

"Data tenaga kerja AS yang lebih lemah sebelumnya telah meningkatkan ekspektasi kebijakan yang lebih akomodatif. Namun, imbal hasil (yield) US Treasury 10 tahun yang masih berada di kisaran 5,3% membuat ruang penguatan aset emerging market masih menghadapi risiko tinggi dari biaya dana global," ujar Reza dalam risetnya.


Pergerakan IHSG selanjutnya akan dipengaruhi oleh perkembangan sentimen global, terutama arah kebijakan moneter Amerika Serikat, serta respons investor terhadap kondisi pasar modal Indonesia.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca membeli atau menjual saham.

Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Setiap keputusan investasi memiliki risiko dan menjadi tanggung jawab masing-masing investor.* (bi/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu, 1 Gram Jadi Rp2,58 Juta
Butuh Modal Usaha? Ini Tabel Angsuran KUR BSI 2026 Rp200 Juta dan Syaratnya
IHSG Ditutup Menguat 1,21 Persen ke Level 6.192, Seluruh Sektor Parkir di Zona Hijau
Anomali Cabai Sumut: Surplus tapi Harga Mahal, Pemprov Prioritaskan Pasokan Dalam Daerah dan Beli Panen Petani
Harga Emas Antam Turun Lagi 6 Oktober 2026, Kini Rp2,57 Juta per Gram
Oppo F35 Pro Meluncur dengan Layar 144 Hz dan Baterai 8.000 mAh, Segini Harganya!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Satu Putusan, Satu Pertanyaan Besar

Satu Putusan, Satu Pertanyaan Besar

OlehRaihan MuhammadHAMPIR dua tahun setelah Gibran Rakabuming Raka dilantik sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, persoalan mengenai s

OPINI