Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026.
Pergerakan rupiah kali ini dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Pelaku pasar juga menanti rilis data penjualan ritel Indonesia untuk Agustus 2026.
Baca Juga:
Berdasarkan analisis Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, rupiah berada di level Rp17.900 per dolar AS.
Posisi tersebut menguat 15 poin atau 0,08 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang turut menguat terhadap dolar AS.
Baht Thailand mencatat penguatan terbesar sebesar 0,27 persen, disusul peso Filipina yang naik 0,15 persen.
Dolar Singapura menguat 0,11 persen. Sementara itu, yuan China dan ringgit Malaysia masing-masing naik 0,07 persen.
Dolar Baru Taiwan menguat 0,02 persen dan yen Jepang naik 0,01 persen.
Sebaliknya, won Korea Selatan melemah 0,05 persen dan rupee India turun 0,01 persen. Adapun dolar Hong Kong cenderung stagnan terhadap dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah didorong oleh penurunan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) serta melemahnya indeks dolar AS.
Sentimen positif juga muncul dari meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai di Timur Tengah.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.