BREAKING NEWS
Sabtu, 10 Oktober 2026

Rupiah Menguat ke Rp17.900 per Dolar AS, Bagaimana Peluang Pergerakannya Sepanjang Hari Ini?

Dharma - Jumat, 09 Oktober 2026 09:47 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.900 per Dolar AS, Bagaimana Peluang Pergerakannya Sepanjang Hari Ini?
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026.

Pergerakan rupiah kali ini dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Pelaku pasar juga menanti rilis data penjualan ritel Indonesia untuk Agustus 2026.

Baca Juga:

Berdasarkan analisis Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, rupiah berada di level Rp17.900 per dolar AS.

Posisi tersebut menguat 15 poin atau 0,08 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Penguatan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang turut menguat terhadap dolar AS.

Baht Thailand mencatat penguatan terbesar sebesar 0,27 persen, disusul peso Filipina yang naik 0,15 persen.

Dolar Singapura menguat 0,11 persen. Sementara itu, yuan China dan ringgit Malaysia masing-masing naik 0,07 persen.

Dolar Baru Taiwan menguat 0,02 persen dan yen Jepang naik 0,01 persen.

Sebaliknya, won Korea Selatan melemah 0,05 persen dan rupee India turun 0,01 persen. Adapun dolar Hong Kong cenderung stagnan terhadap dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah didorong oleh penurunan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) serta melemahnya indeks dolar AS.

Sentimen positif juga muncul dari meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai di Timur Tengah.

Harapan tersebut menguat setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan adanya perkembangan positif dalam perundingan dengan Iran.

Dari sisi pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun dilaporkan turun dari 5,35 persen menjadi 5,22 persen.

Sementara itu, imbal hasil obligasi tenor 30 tahun merosot dari 5,73 persen menjadi 5,60 persen.

Penurunan imbal hasil obligasi AS dan pelemahan dolar dapat memberikan ruang bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah, untuk menguat.

Namun, pergerakan nilai tukar tetap dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan permintaan terhadap dolar AS.

Meski rupiah dibuka menguat, investor masih mencermati sejumlah indikator ekonomi dalam negeri.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah data penjualan ritel Indonesia untuk Agustus 2026.

"Namun dari sisi domestik, investor masih cenderung wait and see menantikan rilis data penjualan ritel Agustus serta indikator ekonomi penting lainnya seperti Cadangan Devisa dan Indeks Keyakinan Konsumen," ujarnya, Jumat (9/10/2026).

Penjualan ritel diproyeksikan tumbuh 1,3 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 1,1 persen pada Juli 2026.

Data penjualan ritel menjadi salah satu indikator untuk mengukur aktivitas belanja masyarakat.

Pertumbuhan yang lebih tinggi dapat memberikan gambaran mengenai keberlanjutan pemulihan konsumsi domestik.

Selain penjualan ritel, investor juga menantikan perkembangan cadangan devisa dan Indeks Keyakinan Konsumen.

Kedua indikator tersebut dapat membantu pasar menilai kondisi ekonomi Indonesia serta daya tahan konsumsi masyarakat.

Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan, meskipun ruang kenaikannya diperkirakan terbatas.

Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS.

Pergerakan selanjutnya akan bergantung pada hasil rilis data ekonomi domestik, arah indeks dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta perkembangan situasi geopolitik.

Dengan demikian, penguatan rupiah pada awal perdagangan belum menjamin mata uang Garuda akan terus menguat hingga penutupan.

Investor masih perlu mencermati perkembangan sentimen global dan indikator ekonomi Indonesia sepanjang perdagangan.* (bi/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Dibuka Menguat di Level 6.039, Saham BBRI dan TLKM Ikut Naik
Harga Emas Antam Naik Lagi! Buyback Ikut Melonjak, Ini Daftar Harga Terbaru
Rocky Gerung Santai Dihujani Kritik Usai Gabung Wantimpres: “Mantan Masih Mantau”
Rocky Gerung Sebut Istana Sarang Korupsi: Saya Masuk untuk Memberantas Maling yang Bersembunyi di Bawah Meja Istana
Menag Nasaruddin Umar di Mahasabha XIII PHDI: Jika Cinta Sudah Berbicara, Semuanya Akan Mudah
Sambut Ratusan Ulama Dunia: TNI-Polri & Pemda Aceh Siagakan Pengamanan Humanis Muzakarah Sufi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Saya Mundur

Saya Mundur

OlehAndang SubahariantoPEMBACA yang budiman tentu bertanyatanya. Mengapa pejabat publik di banyak negara relatif gampang berkata, Saya mu

OPINI