BREAKING NEWS
Jumat, 09 Oktober 2026

Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp 17.899 per Dolar AS, Simak Pemicunya

Adelia Syafitri - Jumat, 09 Oktober 2026 17:25 WIB
Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp 17.899 per Dolar AS, Simak Pemicunya
ilustrasi - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (9/10/2026). (Foto: Liputan6/Johan Tallo)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (9/10/2026). Rupiah naik 16 poin atau sekitar 0,09% ke level Rp17.899 per dolar AS.

Analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan rupiah dipengaruhi sejumlah sentimen eksternal dan domestik. Salah satunya perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran yang masih menjadi perhatian pelaku pasar.

Dalam risetnya, Ibrahim menyoroti pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Washington tengah melakukan pembicaraan produktif dengan Iran. Trump juga menyatakan tidak ada rencana serangan sebelum pemilihan umum sela Kongres pada 3 November 2026.

Baca Juga:

"Pada hari yang sama, kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan pernyataan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi bahwa Teheran sedang meninjau tanggapan AS terhadap usulannya untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Di sisi lain, AS masih memberikan tekanan ekonomi terhadap Iran. Pada Kamis (8/10), pemerintah AS menjatuhkan sanksi baru terhadap sejumlah individu, jaringan, dan 17 kapal yang mengangkut minyak mentah, produk minyak, serta petrokimia asal Iran.

Sentimen lain datang dari kebijakan moneter AS. Gubernur bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller menyatakan kenaikan suku bunga lebih lanjut diperlukan, meskipun ia tetap fleksibel mengenai waktu penerapannya.

Waller juga menilai pasar tenaga kerja AS masih cukup kokoh pada September, meski pertumbuhan lapangan kerja melambat. Sementara itu, inflasi dinilai masih terlalu tinggi.

Data ekonomi AS turut menjadi perhatian investor. Klaim awal tunjangan pengangguran tercatat turun menjadi 197.000 pada pekan tersebut, dari sebelumnya 199.000. Angka itu berada di bawah perkiraan pasar sebesar 200.000.

Pelaku pasar selanjutnya mencermati survei Sentimen Konsumen University of Michigan untuk Oktober guna memperoleh gambaran mengenai pandangan masyarakat AS terhadap kondisi ekonomi dan inflasi.

Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga September 2026.

Defisit APBN tercatat sebesar Rp319 triliun atau setara 1,24% terhadap produk domestik bruto (PDB). Pada periode yang sama, pendapatan negara mencapai Rp2.341,5 triliun, sedangkan belanja negara tercatat Rp2.660,5 triliun.

Pendapatan negara dilaporkan tumbuh 25,5% secara tahunan (year-on-year/yoy), sementara belanja negara meningkat 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.093 pada Akhir Pekan, Didorong Mayoritas Sektor
Rupiah Menguat ke Rp17.900 per Dolar AS, Bagaimana Peluang Pergerakannya Sepanjang Hari Ini?
Rupiah Ditutup Melemah 28 Poin ke Level Rp 17.915 per Dolar AS pada 8 Oktober 2026
Rupiah Kembali Menguat, Tembus Rp17.861 per Dolar AS pada Kamis Pagi
Rupiah Ditutup Naik 18 Poin Jadi Rp17.899 per Dolar AS di Tengah Dinamika Geopolitik Yaman
Rupiah Ditutup Melemah 35 Poin ke Rp17.917 per Dolar AS di Tengah Sentimen Geopolitik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru