AHY Pastikan Sekolah Rakyat di Medan Siap Beroperasi Pertengahan Juli 2026
MEDAN Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan Raya II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota M
PENDIDIKAN
JAKARTA -Kasus dugaan korupsi yang melibatkan PT Pertamina Patra Niaga kini tengah menjadi sorotan publik. Kejaksaan Agung telah menetapkan tujuh tersangka, termasuk Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, terkait dugaan praktik ilegal dalam pengelolaan minyak mentah, yang merugikan negara hingga Rp193,7 triliun.
Kasus ini mencuat setelah adanya dugaan praktik "pengoplosan" impor minyak mentah RON 90 (setara dengan Pertalite) yang kualitasnya dianggap lebih rendah, dicampur dengan minyak mentah ber-RON 92 (Pertamax). Hal ini memicu kemarahan masyarakat yang merasa kualitas bahan bakar yang mereka konsumsi tidak sesuai dengan standar.
Banyak masyarakat yang mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial, termasuk Deva Mahenra, suami dari Mikha Tambayong. Dalam sebuah cuitan di akun X pribadinya, @devamahenra, Deva menyoroti ironi di balik ajakan untuk mencintai produk dalam negeri. "Diimbau mencintai produk dalam negeri, tetapi kualitas produknya diakali. Yakali," tulis Deva, seakan merespons praktik yang diduga dilakukan oleh Pertamina dalam manipulasi kualitas bahan bakar.
Deva's comment menambah keprihatinan publik atas dugaan manipulasi kualitas produk yang selama ini dikonsumsi masyarakat, yang seharusnya memenuhi standar yang telah ditetapkan. Hal ini semakin memperburuk citra perusahaan pelat merah tersebut di mata masyarakat.
Dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah ini telah menjadi salah satu skandal terbesar yang melibatkan Pertamina, yang merupakan perusahaan milik negara. Angka kerugian yang ditaksir mencapai Rp193,7 triliun membuat kasus ini sangat mencuri perhatian publik.
Menanggapi hal ini, Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa kualitas bahan bakar yang dijual kepada masyarakat telah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas). "Jadi kalau untuk kualitas BBM, kami pastikan bahwa yang dijual ke masyarakat itu adalah sesuai dengan spek yang sudah ditentukan oleh Dirjen Migas. RON 92 Pertamax, RON 90 itu artinya Pertalite," jelas Fadjar.
Meskipun demikian, kasus ini tetap menjadi perbincangan hangat di masyarakat, menimbulkan pertanyaan besar terkait kualitas dan pengawasan produk bahan bakar yang beredar di pasar.
(oz/n14)
MEDAN Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan Raya II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota M
PENDIDIKAN
LANGKAT Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria memikul mesin outdoor AC sambil berjalan kaki sejauh sekitar dua kilometer viral d
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menjajaki kerja sama strategis dengan PT Rumah Tani Nusantara (RTN) guna memp
EKONOMI
JAKARTA Rencana pelibatan sekitar 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) dalam masa orientasi Program Sekolah Rakyat mendapat perhatian da
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengaku telah mengembalikan sebuah amplop yang ditinggalkan Bupati Kuantan Singingi
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, meminta aparat keamanan meningkatkan langkah pengamanan di Papua secara terukur menyu
NASIONAL
JAKARTA Praktisi agraria sekaligus mantan pejabat senior Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dr. Bud
NASIONAL
KEPULAUAN SERIBU PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan melakukan rehab
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh menerima penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan Yayasan Lembaga Bantuan HukumKeadilan Indonesia (YLBH
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres pembang
PENDIDIKAN