Bangku tersebut tidak dibiarkan kosong tanpa alasan. Di atasnya terbentang selembar kain putih bertuliskan nama mendiang ibunda Amanda, Henny Agustina Manopo, yang telah meninggal dunia.
Kakak Amanda, Angelica Manopo, mengungkap makna mendalam di balik keberadaan bangku tersebut. Menurutnya, itu merupakan bentuk penghormatan sekaligus cara keluarga mengenang sosok sang ibu yang sangat berperan dalam hidup Amanda."Pastinya ini kan sebuah harapan yang diinginkan dari keluarga kita, ya, dan terutama dari almarhumah Mama," ujar Angelica kepada wartawan.
Angelica menambahkan, pernikahan Amanda merupakan salah satu impian mendiang ibunda yang tak sempat terwujud semasa hidup. Karena itu, keluarga memutuskan menghadirkan simbol kehadiran sang ibu lewat bangku kosong tersebut.
"Makanya kita mempersiapkan satu bangku untuk in memoriam dari almarhumah Mami. Karena ini momen sakral yang tidak akan pernah bisa kita ulang lagi, dan kami ingin mami tetap hadir di momen itu," katanya dengan mata berkaca-kaca.Mengusung konsep simple dan elegan, Amanda dan Kenny memilih dekorasi bernuansa putih dengan dominasi bunga segar. Angelica menyebut tema ini merupakan pilihan pribadi Amanda yang ingin menghadirkan kesan suci dan damai dalam momen pemberkatan.
"Bisa dilihat tadi tema di holy matrimony itu lebih ke putih dan penuh bunga. Memang itu konsep yang Amanda sendiri inginkan," jelas Angelica.Sementara itu, Indra Daniel Mawu, suami Angelica, menuturkan bahwa acara pemberkatan tersebut digelar secara intimate, hanya dihadiri oleh keluarga dan sahabat dekat kedua mempelai.
"Benar-benar close, ya. Hanya teman-teman terdekat, sahabat-sahabat dekat, dan pastinya keluarga," ujarnya.
Amanda Manopo dan Kenny Austin pertama kali bertemu pada tahun 2018 dalam sebuah proyek kerja sama.
Hubungan mereka kemudian semakin dekat ketika kembali dipertemukan dalam serial televisi pada 2024, hingga akhirnya berujung pada ikrar suci pernikahan pada 2025.
Pernikahan keduanya tidak hanya menjadi momen bahagia bagi keluarga besar Manopo dan Austin, tetapi juga menjadi pengingat penuh makna tentang cinta, kehilangan, dan kehadiran yang abadi di hati keluarga.*