BENGKULU –Sebuah tragedi yang mendalam kembali mengguncang kawasan Seluma, Bengkulu, ketika seorang anggota Polres Seluma, Bripda Soni Bintang Alfala, gugur dalam tugasnya yang mulia. Kepergian tragis Bripda Soni tidak hanya merenggut nyawa seorang polisi muda yang berdedikasi, tetapi juga mengungkap luka yang dalam dalam masyarakat.
Peristiwa ini bermula dari laporan tindak pidana penganiayaan yang direspons dengan cepat oleh Polres Seluma. Dalam upaya mereka menangkap terduga pelaku, tim Satuan Reserse Kriminal yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipda Bambang Ilyadi dan Bripda Soni Bintang Alfala menghadapi situasi yang sangat berbahaya. Mereka harus berjalan kaki selama 2 hingga 3 jam karena medan yang sulit dilalui dengan kendaraan roda empat.
Saat akhirnya mereka mendekati lokasi yang menjadi persembunyian, yang seharusnya menjadi penangkapan rutin berubah menjadi tragedi tak terduga. Dua anggota kepolisian ini diserang oleh tiga terduga pelaku, Ar (53), Rk (13), dan JK (15), yang ternyata merupakan ayah dan anak.
Kedua anggota polisi mengalami luka serius akibat serangan dengan senjata tajam golok yang dilancarkan oleh para pelaku. Di tengah situasi yang penuh dengan kekerasan dan ketegangan, Bripda Soni Bintang Alfala gugur dalam garis tugasnya, meninggalkan duka yang mendalam di keluarga, rekan-rekan sesama polisi, dan masyarakat Seluma.
Kisah tragis ini semakin mengemuka ketika salah satu anak terduga pelaku, Rk (13), akhirnya menyerahkan diri setelah bersembunyi dalam hutan selama 2 hari karena kelaparan. Kedatangannya ke rumah warga setempat untuk meminta makanan menjadi pemicu penangkapan oleh aparat kepolisian.
“Anak tersebut dibawa ke Polres Seluma untuk dimintai keterangan. Saat ini masih dilakukan interogasi,” ujar Kasi Humas Polres Seluma, AKP Andi Winawan.
Ayah dari Rk, yang diduga sebagai pelaku utama dalam kekerasan tersebut, saat ini masih dalam pengejaran. Dia dituduh melakukan serangan terhadap anggota kepolisian dengan senjata tajam saat hendak ditangkap. Kasus ini tidak hanya menyoroti masalah keamanan di wilayah Seluma, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang kekerasan dan ketidakamanan yang mungkin dihadapi anggota kepolisian dalam menjalankan tugas mereka yang berisiko tinggi.
Gugurnya Bripda Soni Bintang Alfala adalah pengingat yang menyayat hati akan pengorbanan yang dilakukan oleh para pahlawan tanpa tanda jasa, yang siap menghadapi bahaya demi melindungi masyarakat. Kepergiannya meninggalkan luka yang dalam dalam komunitas polisi dan masyarakat Seluma, serta mengundang kita semua untuk merenungkan pentingnya keamanan dan kesejahteraan para penegak hukum yang bertugas menjaga ketertiban dan keadilan di tengah tantangan yang tiada henti.
Kami berdoa agar keluarga Bripda Soni Bintang Alfala diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan ini, dan semoga keberanian dan dedikasinya menjadi inspirasi bagi kita semua. Mari kita terus mendukung upaya penegakan hukum demi mewujudkan masyarakat yang aman dan damai untuk semua.
(N/014)
Kelaparan di Hutan, Anak Terduga Pelaku Pembacokan Bripda Soni Menyerahkan Diri