Polisi di Makassar Jadi Tersangka Usai Tembak Remaja Saat Bubarkan Tawuran
MAKASSAR Seorang anggota polisi, Iptu N, resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menembak Betrand Eka Prasetyo (18) hingga tew
HUKUM DAN KRIMINAL
DEPOK –Seorang pemilik bengkel body repair mobil, Nyoto (55), mengungkapkan bahwa ia sering mendengar suara tangisan anak-anak yang berasal dari Daycare Wensen School, yang berlokasi di Jalan Putri Tunggal, Harjamukti, Cimanggis, Depok. Nyoto menyatakan, tangisan tersebut terdengar jelas, bahkan ketika ia sedang sibuk bekerja di bengkelnya.
“Kadang tangisnya pagi, kadang siang, dan sering kali terdengar sangat histeris. Suaranya bisa kedengaran sampai sini,” ujar Nyoto dengan nada khawatir saat ditemui di lokasi pada Kamis (1/8/2024). Suara tangisan itu hampir setiap hari ia dengar, dan jika didengarkan dengan seksama, tampaknya berasal dari anak yang sama.
Lebih jauh, Nyoto menjelaskan bahwa ia mengira tangisan tersebut disebabkan oleh anak yang enggan dititipkan oleh orangtuanya. “Saya kira anak itu nangis karena enggak mau dititipin. Saya enggak nyangka kalau ini ternyata adalah kasus penyiksaan,” tambahnya.
Daycare Wensen School baru beroperasi selama dua bulan, sebelumnya bangunan tersebut adalah tempat praktik seorang bidan. Pihak Wensen menyewa rumah tersebut beserta halaman yang cukup luas untuk dijadikan tempat penitipan anak. “Awalnya itu TK-PAUD, mungkin karena tidak ada murid, akhirnya banner-nya dicopot,” ungkap Nyoto.
Situasi ini menjadi semakin mencolok setelah berita mengenai penganiayaan balita di daycare tersebut viral di media sosial. Kasus ini melibatkan pemilik daycare, Meita Irianty, yang ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan terhadap beberapa balita. Dalam video yang beredar, terlihat aksi kekerasan yang membuat publik berang, dan menimbulkan banyak pertanyaan mengenai pengawasan dan keselamatan anak-anak di tempat penitipan.
Nyoto, yang sebelumnya tidak mengetahui bahwa tangisan tersebut mengindikasikan adanya kekerasan, kini merasa prihatin. “Saya berharap kejadian ini bisa jadi pelajaran bagi semua pihak, terutama orang tua, untuk lebih berhati-hati memilih tempat penitipan anak,” ujarnya.
Sementara itu, pihak kepolisian terus mendalami kasus ini dan memastikan bahwa semua tindakan hukum akan diambil terhadap pelaku. Diharapkan, ke depannya kejadian serupa tidak terulang dan anak-anak dapat merasa aman saat dititipkan di tempat penitipan. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya pengawasan dan perhatian terhadap keamanan anak-anak di tempat penitipan.
(N/014)
MAKASSAR Seorang anggota polisi, Iptu N, resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menembak Betrand Eka Prasetyo (18) hingga tew
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan menerima kunjungan Safari Ramadan dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) di Mas
NASIONAL
JAKARTA Sidang uji materi Pasal 71 angka 2 UndangUndang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja terkait kuota internet hangus mendadak r
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kakanwi
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan meluncurkan program Medan Rabu WalkIn Interview (RW), inovasi pertama
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan klarifikasi terkait pernyataannya soal stok bahan ba
EKONOMI
JAKARTA Kuasa hukum mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, Mellisa Anggraini, menyoroti laporan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) t
HUKUM DAN KRIMINAL
CIANJUR Konflik terkait pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Vil
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menghadirkan forum eksklusif bagi nasabah BTN Prioritas dan BTN Private melalui rang
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengikuti kegiatan Inisiasi Peningkatan Kapasitas dan Literasi Sinergi Percepatan dan Perluasan Digi
PEMERINTAHAN