Rico Waas Lepas Kontingen Pramuka Medan ke Jamnas XII, Titip Nama Baik Kota
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Medan yang akan mengikuti J
PENDIDIKAN
LAMPUNG -Kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi sempat terguncang setelah sebuah insiden yang melibatkan seorang petugas cleaning service viral di media sosial. Video yang menunjukkan petugas tersebut sedang meracik obat untuk pasien menjadi perbincangan hangat dan menimbulkan keprihatinan luas.
Insiden tersebut terkuak ketika salah satu keluarga pasien, wanita berusia 60 tahun yang tidak disebutkan namanya, melaporkan kejadian yang mengejutkan ini. Wanita tersebut, yang sedang menjalani perawatan rawat jalan untuk masalah kesehatan tulang, mendapati bahwa obat-obatan yang seharusnya diambil di farmasi tidak diserahkan oleh petugas yang berkompetensi, melainkan oleh seorang petugas cleaning service.
Menurut keterangan dari pihak rumah sakit, kejadian ini terjadi karena saat keluarga hendak mengambil obat, ruangan farmasi RSUD Ryacudu Kosong. Kehadiran petugas cleaning service ini kemudian diharapkan untuk meracik obat berdasarkan arahan dari apoteker. Namun, video yang beredar menunjukkan bahwa proses ini tidak sesuai dengan prosedur standar, meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan dan keakuratan dalam pelayanan kesehatan.
Direktur RSUD Ryacudu Kotabumi, dr. Aida Fitria Subandi, dengan tegas mengakui adanya kelalaian dalam prosedur yang dilakukan oleh petugas apoteker. “Mereka melakukan kesalahan prosedur yang tidak sesuai SOP. Pihak manajemen telah mengambil langkah dengan memanggil kepala apoteker dan petugas cleaning service yang terlibat,” ujarnya dengan serius.
Reaksi masyarakat terhadap insiden ini mencerminkan kekhawatiran yang mendalam akan keselamatan pasien di RSUD Ryacudu. Tugas meracik obat, yang seharusnya dilakukan oleh tenaga berpendidikan farmasi dan berkompeten, menjadi sorotan utama. Kecaman terhadap kesalahan ini tidak hanya terbatas pada media sosial, tetapi juga menyentuh hati dan emosi banyak pihak yang menuntut kejelasan dan tindakan tegas dari pihak berwenang.
Dalam penjelasannya, dr. Aida juga menyampaikan permohonan maaf kepada pasien dan keluarganya, serta kepada masyarakat Lampung Utara secara keseluruhan atas insiden yang memalukan ini. “Kami berjanji untuk memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang lalai,” katanya dengan nada sungguh-sungguh.
Insiden ini sekali lagi menyoroti pentingnya penegakan standar operasional prosedur (SOP) di setiap pelayanan kesehatan. Keamanan dan kualitas pelayanan harus diutamakan demi menjaga kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan di rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat penyembuhan dan perlindungan bagi setiap pasien.
(N/014)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Medan yang akan mengikuti J
PENDIDIKAN
JAKARTA Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan respons terkait hasil survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO) yang menempat
POLITIK
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen pada triwu
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang 12.000 Dollar Singapura (SGD) dalam amplop yang diduga diberikan Bupati Kuantan Si
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan menyatakan perang terhadap peredaran narkotika di wilayah Aceh. Pernyataan itu disampaika
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH TAMIANG Rasa syukur dan harapan untuk kembali menjalani kehidupan secara normal mulai tumbuh di tengah para penyintas bencana yang me
NASIONAL
NAGAN RAYA Akses masyarakat di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, yang sempat terputus akibat bencana hidrome
NASIONAL
Catatan redaksi Berita ini dibuat berdasarkan keterangan keluarga serta dokumen DPR RI dan kliping Pos Metro Medan yang diperlihatkan kepad
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan empat tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Ba
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 16 saksi dalam penyidik
HUKUM DAN KRIMINAL