Makna Spiritual Idul Fitri: Jangan Hanya Pakaian Baru dan Hidangan, Lakukan Muhasabah
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMA
Jakarta – Seorang pekerja asal China memenangkan hadiah lotre fantastis senilai lebih dari 6 juta yuan atau sekitar Rp 13,4 miliar (kurs Rp 2.235/yuan) dalam pesta akhir tahun perusahaan. Namun, kejadian yang seharusnya membawa sukacita ini justru berujung pada kontroversi besar ketika perusahaan meminta sang pemenang mengembalikan hadiah tersebut agar dapat dibagi dengan karyawan lainnya.
Insiden ini kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial seiring perayaan Festival Musim Semi. Peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada Maret 2019 di sebuah perusahaan di Ningbo, provinsi Zhejiang, China. Pada 2 Maret 2019, perusahaan yang tidak disebutkan namanya menyelenggarakan pesta tahunan untuk para karyawannya.
Sebagai bagian dari perayaan, perusahaan membeli lebih dari 500 tiket lotre dari stasiun lotre setempat dan mendistribusikan satu tiket kepada setiap karyawan. Ketika salah satu tiket tersebut memenangkan hadiah pertama senilai 6 juta yuan, kabar ini segera menjadi viral. Karyawan memanfaatkan media sosial untuk mengekspresikan kegembiraan mereka.
“Bergabunglah dengan perusahaan kami! Enam juta kemenangan lotre hanyalah bonus biasa!” canda seorang karyawan. “Ini mungkin kesempatan terdekat yang pernah saya dapatkan untuk memenangkan hadiah besar,” ujar yang lain dengan penuh semangat.
Namun, suasana penuh sukacita itu berubah ketika perusahaan mengetahui kemenangan tersebut dan meminta sang pemenang untuk mengembalikan tiket agar hadiah bisa dibagi rata dengan semua peserta pesta. Penolakan karyawan untuk mematuhi permintaan perusahaan menyebabkan perselisihan yang harus diselesaikan di kantor polisi setempat.
Polisi distrik Yinzhou di Ningbo yang menangani kasus tersebut menyatakan bahwa masalah itu merupakan sengketa perdata, dan kedua belah pihak disarankan menyelesaikannya melalui jalur hukum. Sumber internal perusahaan menyebut bahwa undian lotre sebenarnya dilakukan pada 28 Februari 2019, dua hari sebelum pesta tahunan. Lebih jauh, perusahaan disebut telah meminta staf keuangan memastikan tidak ada tiket pemenang sebelum didistribusikan.
Namun, kelalaian diduga menyebabkan tiket yang menang lolos. Tang Caizong, seorang pengacara dari Biro Kehakiman Ningbo, menegaskan bahwa setelah tiket diberikan kepada karyawan, hak atas tiket tersebut beralih kepada penerima. “Hukum kontrak tidak mengizinkan pemberian hadiah dibatalkan dalam situasi seperti ini. Oleh karena itu, tuntutan perusahaan untuk mengambil kembali tiket dan membagi hadiah tidak memiliki dasar hukum,” jelasnya.
(christie)
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMA
BANDA ACEH Ribuan warga Banda Aceh dan sekitarnya memadati jalanjalan protokol kota untuk mengikuti Pawai Takbir Idul Fitri 1447 Hijria
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan masyarakat Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, memad
NASIONAL
MEDAN Memasuki hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu (22/03/2026), Plaza Medan Fair dipadati pengunjung yang ingin menghabiskan wak
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah bersama warga di Masjid Darussalam, Desa Simpang Empat
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, telah mencapai
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu, 21 Maret 2026. Kehadiran Pr
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan warga memadati Masjid Agung Al Abror, Padangsidimpuan, Sumatera Utara, untuk melaksanakan Salat Idul Fitri, Sabtu
NASIONAL
BANDA ACEH Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau dikenal Mualem, membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada warga melalui timnya di Meuligo
NASIONAL
ACEH TAMIANG Menutup bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, bersama Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavi
PEMERINTAHAN