BREAKING NEWS
Senin, 08 Juni 2026

Tragedi Kematian Aldelia Rahma: Tuntutan Keluarga dan Kontroversi Versi Guru

BITVonline.com - Kamis, 23 Mei 2024 08:33 WIB
Tragedi Kematian Aldelia Rahma: Tuntutan Keluarga dan Kontroversi Versi Guru
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PADANG -Keluarga Aldelia Rahma, seorang siswi SDN 10 Durian Jantung di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, sedang berduka atas kehilangan yang tragis. Aldelia, seorang anak berusia 11 tahun, menjadi korban sebuah kejadian yang mengguncang, yang mengakibatkan kematiannya pada Selasa, 21 Mei 2024, setelah mengalami luka bakar yang parah.

Peristiwa yang menyedihkan ini menimbulkan kehebohan di tengah masyarakat, terutama karena ada dugaan bahwa Aldelia terbakar akibat ulah temannya saat ia diminta oleh wali kelasnya untuk membakar sampah.

Menurut Media Madona, kakak sepupu Aldelia, kejadian tragis itu bermula ketika Aldelia diminta oleh wali kelasnya untuk membersihkan lingkungan sekolah dengan membakar sampah. Namun, saat sedang melakukan tugas tersebut, Aldelia disiram dengan bahan bakar pertalite oleh seorang temannya yang nakal. Akibatnya, api segera berkobar dan menyambar tubuh Aldelia, yang mengakibatkan luka bakar serius. Aldelia, yang sudah mengalami gizi buruk sebelum kejadian tersebut, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya setelah berjuang di rumah sakit sejak 23 Februari 2024.

Madona mengungkapkan bahwa Aldelia sering kali menjadi korban intimidasi dan pelecehan oleh teman-temannya, yang terkadang juga mendapatkan perlakuan kasar dari mereka. Namun, keluarga merasa bahwa pihak sekolah, terutama guru dan wali kelas Aldelia, terlalu lalai dalam menangani masalah tersebut.

Keluarga merasa bahwa guru-guru di sekolah tidak cukup responsif terhadap keluhan Aldelia terkait intimidasi yang dia alami dari teman-temannya. Bahkan, ketika Aldelia mengadu kepada guru-gurunya, mereka justru memarahinya karena mereka merasa bahwa Aldelia terlalu dekat dengan anak laki-laki di sekolah.

Namun, versi kejadian yang diberikan oleh pihak sekolah, khususnya oleh guru Aldelia, berbeda dengan apa yang diceritakan oleh keluarga. Guru-guru mengklaim bahwa kebakaran terjadi karena ketidaksengajaan, dan menyalahkan Aldelia karena bermain api di belakang sekolah.

Namun, Aldelia sendiri, sebelum meninggal, mengklaim bahwa dia disiram dengan pertalite oleh temannya saat sedang membakar sampah. Versi ini menimbulkan pertanyaan dan kontroversi, karena hal itu menunjukkan bahwa ada kemungkinan kecelakaan tersebut terjadi akibat tindakan sengaja dari temannya.

Di tengah semua kontroversi ini, keluarga Aldelia menuntut keadilan. Mereka ingin pihak sekolah bertanggung jawab atas kejadian ini dan memastikan bahwa kasus intimidasi terhadap anak-anak di sekolahnya ditangani dengan serius. Mereka juga meminta agar versi kejadian yang sebenarnya terungkap dan bahwa pelaku, jika ada, diambil tindakan hukum yang sesuai.

Tidak hanya itu, kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan di sekolah dan tanggung jawab guru dalam menjaga keselamatan anak-anak mereka.

Kematian Aldelia Rahma adalah tragedi yang menyedihkan dan mengguncangkan, dan peristiwa ini menyoroti pentingnya perlindungan dan keamanan anak-anak di lingkungan sekolah. Dengan tuntutan dan investigasi lebih lanjut, semoga kebenaran segera terungkap dan langkah-langkah yang diperlukan dapat diambil untuk mencegah terulangnya kejadian semacam ini di masa depan.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru