BREAKING NEWS
Sabtu, 04 Juli 2026

Ditipu Rp 598 Juta!, Anak Gagal Jadi Polwan , Pilu Petani di Subang

BITVonline.com - Minggu, 19 Mei 2024 07:50 WIB
Ditipu Rp 598 Juta!, Anak Gagal Jadi Polwan , Pilu Petani di Subang
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SUBANG -Kisah pilu seorang petani dari Subang, Calim Sumarlin, menggugah hati publik atas tragedi penipuan yang melibatkan oknum yang mengaku sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia. Di tengah harapan untuk mewujudkan cita-cita anaknya menjadi seorang Polwan, Calim malah terjebak dalam jerat penipuan yang merugikan hingga ratusan juta rupiah.

Calim Sumarlin, seorang petani yang tinggal di Desa Wanakerta, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, telah menjadi korban dari permainan licik seseorang yang mengaku bisa memuluskan jalur anaknya menjadi Polwan. Sebuah impian yang mulia bagi seorang ayah, namun berubah menjadi mimpi buruk karena kelakuan tidak bertanggung jawab oknum tersebut.

Awalnya, Calim diperkenalkan kepada seseorang bernama Asep Sudirman oleh Erik Tarya, Ketua RT setempat. Dalam perkenalan itu, Asep menyatakan bahwa ia memiliki jaringan di kepolisian, bahkan merujuk kepada seorang Wakapolri. Namun, apa yang seharusnya menjadi awal sebuah kesempatan, berubah menjadi perangkap memilukan bagi Calim dan keluarganya.

“Awalnya saya tidak tertarik dengan rencana menjadikan anak saya Polwan, terutama karena saya tidak memiliki uang sebanyak itu,” ungkap Calim dengan jujur.

Namun, desakan dan bujukan terus-menerus dari pihak terkait membuatnya akhirnya percaya dan menyetujui permintaan tersebut. Asep Sudirman dengan tegas menjamin bahwa anaknya akan diterima sebagai Polwan tanpa memperhitungkan syarat dan kriteria yang sebenarnya. Sebuah janji palsu yang membawa petaka bagi keluarga Calim.

Tak berhenti sampai di situ, Calim kemudian dibawa ke Jakarta dan bertemu dengan istri Asep Sudirman yang diklaim sebagai anggota Polri, Aiptu HP. Namun, apa yang seharusnya menjadi pertemuan yang membawa harapan, berubah menjadi tempat penyerahan uang sejumlah fantastis dengan iming-iming palsu.

“Dengan dipimpin oleh Aiptu HP dan Asep Sudirman, saya menyerahkan uang sejumlah Rp 300 juta berserta ijazah anak saya. Serta memberikan uang tambahan sebesar Rp 98 juta kepada Bripka YFN, yang dikatakan akan membantu dalam proses penerimaan anak saya menjadi Polwan,” tutur Calim dengan nada pilu.

Namun, harapan yang dipupuk dengan begitu indah berubah menjadi kekecewaan yang mendalam. Anak Calim bukannya menjalani proses seleksi Polwan, melainkan dimanfaatkan sebagai babysitter di rumah oknum polisi yang terlibat dalam penipuan tersebut. Sebuah penderitaan yang tak berujung bagi Calim dan keluarganya.

Meski telah berlalu delapan tahun, kasus ini masih mandek tanpa adanya keadilan yang diperoleh Calim. Upaya hukum dan permohonan bantuan kepada pihak berwenang terus dilakukan, namun tidak menemui titik terang. Bahkan, kesempatan untuk menyelesaikan secara kekeluargaan pun tak membuahkan hasil, karena oknum yang terlibat menolak bertanggung jawab dengan dalih uang tersebut telah dibagi-bagikan kepada rekan-rekannya.

“Saya telah menjadi korban dari permainan Asep Sudirman, seorang oknum Polri yang tidak bertanggung jawab. Saya berharap Kapolri dapat turun tangan dalam mengusut dan menindak tegas oknum-oknum yang telah menipu saya,” ujar Calim dengan suara penuh harapan.

Dalam tragedi ini, Calim bukan hanya kehilangan uang dalam jumlah besar, tetapi juga kehilangan aset berharga yang telah ia perjuangkan sebagai seorang petani. Sawah dan kebun rumah telah terpaksa dijual demi memenuhi tuntutan oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Sementara Calim terus berjuang untuk mendapatkan keadilan yang telah lama tertunda, kisahnya menjadi cermin bagi masyarakat akan pentingnya kehati-hatian dan kewaspadaan dalam bertransaksi dan berinteraksi dengan pihak yang tidak dikenal. Semoga suara keadilan Calim Sumarlin tidak hanya terdengar, tetapi juga didengar oleh pihak yang berwenang untuk bertindak.

(n/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru