BREAKING NEWS
Kamis, 26 Februari 2026

Pembacokan di Kafe Medan Belawan, Pelaku Ditangkap dan Alasan Cemburu Terungkap

BITVonline.com - Senin, 13 Mei 2024 02:54 WIB
Pembacokan di Kafe Medan Belawan, Pelaku Ditangkap dan Alasan Cemburu Terungkap
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN -Suasana malam di Kecamatan Medan Belawan, Sumatra Utara, terguncang oleh insiden kekerasan yang mengejutkan. Seorang pria bernama M Hanafi harus berhadapan dengan kepolisian setelah melakukan aksi membacok korban, Lukmanul Hakim, dengan menggunakan sebilah parang. Kejadian tragis ini menggetarkan warga sekitar dan menunjukkan sisi gelap dari sebuah cemburu yang berujung pada kekerasan.

Kapolsek Medan Belawan, AKP Ponijo, memberikan penjelasan bahwa peristiwa pembacokan terjadi saat Lukmanul Hakim sedang berkumpul bersama teman-temannya di salah satu kafe di Jalan Sumatera, Medan Belawan. Tanpa ragu, M Hanafi menyerang korban dengan parang yang sudah disiapkan, menimbulkan luka-luka serius pada korban.

“Saat mengetahui korban berada di kafe tersebut, M Hanafi tanpa berpikir panjang langsung mengeluarkan parang dan membacok korban,” ungkap Ponijo.

Kejadian ini tidak luput dari perhatian beberapa orang yang berada di lokasi. Dengan sigap, mereka berhasil menghentikan pelaku sebelum kekerasan bertambah parah. Lukmanul Hakim, korban dari serangan brutal ini, segera melaporkan peristiwa ini kepada Polsek Belawan.

“Tidak terima dengan kejadian tersebut, korban segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Belawan. Kemudian, pelaku berhasil ditangkap di sekitar Jalan Deli, Medan Belawan, dan kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” jelas Ponijo.

Mengenai penyebab dari pembacokan sadis ini, terungkap bahwa alasan di balik aksi kekerasan ini adalah rasa cemburu. Berdasarkan pengakuan dari pelaku, Ponijo menjelaskan bahwa M Hanafi melancarkan serangan membabi buta karena merasa cemburu.

“Pelaku mengakui bahwa aksinya dipicu oleh rasa cemburu, setelah mengetahui bahwa pacarnya telah direbut oleh korban. Hal ini membuatnya bertindak tanpa kendali dan melakukan tindakan kekerasan yang mengerikan,” tutur Ponijo.

Insiden ini menggambarkan betapa mematikannya dampak dari cemburu yang tidak terkendali. Dalam momen tragis ini, nyawa seorang individu hampir terenggut karena konflik yang dihasilkan dari emosi negatif tersebut.

Dari Medan, ini adalah laporan tentang tragedi yang mengejutkan dari kota ini, dan juga sebagai peringatan akan bahayanya membiarkan cemburu menguasai pikiran dan tindakan kita. Semoga kekerasan seperti ini tidak terulang, dan keadilan dapat ditegakkan bagi semua pihak yang terlibat.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru