Bukan Hanya Ijazah UGM, Jokowi Disebut Siap Bawa Dokumen Pendidikan Lengkap ke Sidang
JAKARTA Mantan Presiden Republik Indonesia ke7, Joko Widodo (Jokowi), dipastikan akan menghadiri sidang lanjutan perkara dugaan ijazah
NASIONAL
TANGSEL -Polisi berhasil mengamankan tiga buah pisau sebagai barang bukti dalam kasus pembubaran doa rosario oleh sejumlah mahasiswa di Setu, Tangerang Selatan. Dalam konferensi pers di Polres Tangsel, Selasa (7/5/2024), Kapolres Tangsel AKBP Ibnu Bagus Santoso mengungkapkan bahwa pisau-pisau tersebut digunakan untuk mengancam korban.
Tiga bilah pisau tersebut diamankan sebagai barang bukti utama dalam kasus ini. Dua dari pisau-pisau tersebut bergagang hitam, sementara satu lagi bergagang putih. Selain pisau, polisi juga menyita rekaman video serta dua buah kaus sebagai barang bukti tambahan.
“Barang bukti pertama adalah rekaman video. Kedua, tiga bilah senjata tajam jenis pisau. Yang ketiga, kaus berwarna merah. Dan yang keempat, kaus berwarna hitam,” jelas Kapolres Tangsel, AKBP Ibnu Bagus Santoso.
Sebelumnya, polisi telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus ini. Mereka memiliki peran berbeda dalam aksi pembubaran tersebut. Keempat tersangka tersebut adalah D (53), I (30), S (36), dan A (26). Salah satu dari tersangka, berinisial D, diduga memprovokasi dan meneriaki para mahasiswa yang sedang beribadah.
“Tersangka inisial D meneriaki dengan suara keras dengan nada umpatan dan intimidasi kepada korban beserta temannya,” ungkap Kapolres Tangsel.
Selanjutnya, tersangka berinisial I diduga melakukan intimidasi dengan mendorong korban yang menolak perintah tersangka untuk pergi. Sedangkan tersangka S dan A diduga membawa senjata tajam jenis pisau untuk mengancam agar korban membubarkan diri.
“Membawa senjata tajam jenis pisau dengan maksud bersama Tersangka lainnya melakukan ancaman kekerasan untuk supaya korban dan rekannya merasa takut dan pergi membubarkan diri,” tambah Kapolres Tangsel.
Kasus ini menjadi peringatan tentang pentingnya menjaga kerukunan dan keamanan dalam beribadah, serta perlunya penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran hak asasi manusia. Polisi berkomitmen untuk menindaklanjuti kasus ini secara adil dan transparan, serta memastikan bahwa pelaku mendapat hukuman sesuai dengan perbuatannya.
(N/014)
JAKARTA Mantan Presiden Republik Indonesia ke7, Joko Widodo (Jokowi), dipastikan akan menghadiri sidang lanjutan perkara dugaan ijazah
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan kasus gratifikasi yang menjerat mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Maj
NASIONAL
JAKARTA Sebanyak 30.000 manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dijadwalkan mulai ditempatkan di berbagai daerah pada Agust
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan di RSU
PEMERINTAHAN
MEDAN Tim penasihat hukum (PH) tiga terdakwa kasus dugaan korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Fa
HUKUM DAN KRIMINAL
BENER MERIAH Sebanyak 135 Reje Kampung (Kepala Desa) terpilih periode 20262032 resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya dalam pro
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) resmi meluncurkan rangkaian Bulan Koperasi sebagai pe
NASIONAL
JAKARTA Takhta Suci Vatikan resmi menunjuk Mgr. Walter Erbi sebagai Nunsius Apostolik atau Duta Besar Vatikan untuk Republik Indonesia.
NASIONAL
MEDAN Tim penasihat hukum (PH) mantan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Samosir, Agust Fitri Karokar
HUKUM DAN KRIMINAL
SIMALUNGUN Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menghadiri acara syukuran Hari Bhayangkara ke80 yang digelar di Aula Polres Simalungu
PEMERINTAHAN